Mamuju, Mesakada.com – Pemkab Mamuju menargetkan pembangunan Balai Kota Mamuju rampung tahun ini. Saat ini proyek tersebut telah memasuki tahap akhir. Pengadaan mobiler pun juga bakal dilakukan sebelum nantinya difungsikan sebagai pusat pemerintahan dan pelayanan publik.
Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi mengatakan, pembangunan Balai Kota dilakukan sebagai bagian dari upaya menata pusat pemerintahan sekaligus menjawab kebutuhan ruang kerja bagi sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang hingga kini belum memiliki kantor permanen.
Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah tidak mengurangi komitmen pemerintah untuk menyiapkan fasilitas pemerintahan yang representatif. Apalagi, Mamuju sebagai ibu kota Sulbar dinilai perlu memiliki pusat pemerintahan yang memadai.
“Kita tahu bahwa anggaran kita sangat terbatas. Di samping itu memang masih banyak dinas-dinas yang belum mempunyai kantor. Sehingga dengan semangat bahwa Mamuju sudah sangat siap menjadi ibu kota Provinsi Sulawesi Barat, maka kita bangun Balai Kota ini sambil mendorong progres pembangunan Kota Mamuju,” kata Sutinah, Jumat (12/6/2026).
Ia menjelaskan, setelah bangunan selesai sepenuhnya, Balai Kota akan ditempati oleh bupati, wakil bupati, serta beberapa dinas yang selama ini belum memiliki kantor tetap.
“Kalau ini sudah selesai, mungkin bupati, wakil bupati dan beberapa dinas yang memang belum mempunyai kantor tetap akan ditempatkan di sini. Karena bangunannya cukup luas dan ada beberapa dinas yang memang sampai sekarang belum mempunyai kantor sendiri,” ujarnya.
Sutinah mengungkapkan, kondisi keterbatasan ruang kerja saat ini merupakan dampak dari kerusakan sejumlah kantor pemerintahan akibat gempa yang pernah melanda Mamuju. Sejak saat itu, beberapa instansi terpaksa disatukan di kompleks Kantor Bupati Mamuju.
“Sebelum saya masuk masih ada beberapa dinas yang kantornya kontrak. Kemudian setelah gempa ada beberapa kantor yang rusak berat sehingga kita satukan di kantor bupati. Jadi memang sekarang ruang kerja mereka sangat terbatas,” ungkapnya.
Karena itu, keberadaan Balai Kota diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan aparatur sipil negara dalam bekerja sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
“Dengan adanya bangunan ini mudah-mudahan teman-teman bisa lebih nyaman bekerja dan melayani masyarakat,” katanya.
Selain Balai Kota, Pemkab Mamuju juga berencana memanfaatkan gedung Kantor Bupati lama sebagai lokasi gabungan bagi sejumlah dinas sehingga penataan perkantoran pemerintah daerah menjadi lebih efektif.
Sutinah optimistis proses penyelesaian proyek dapat berjalan sesuai target. Tahun ini pemerintah daerah fokus pada pengadaan mobiler sebelum gedung mulai digunakan.
“Mudah-mudahan bisa cepat selesai. Tahun ini pengerjaannya tinggal mobiler. Kalau mobilernya selesai, insya Allah akan segera kita manfaatkan. Apalagi bangunannya sudah bagus sekali, sayang kalau tidak segera digunakan,” pungkasnya. (ajs)






