Mamuju, Mesakada.com – Kodim 1418/Mamuju menegaskan bahwa anggotanya yang menjadi korban penikaman di depan Tempat Hiburan Malam (THM) King Karaoke, Mamuju, tidak terlibat dalam perkelahian, melainkan hanya berupaya melerai keributan yang terjadi.
Dandim 1418/Mamuju, Kolonel Andang Radianto menjelaskan, peristiwq itu terjadi pada Sabtu (4/7/2026), sekira pukul 02.44 WITA. Saat itu sejumlah orang terlibat perkelahian. Melihat situasi yang semakin memanas, anggota TNI berinisial K (41) berinisiatif melerai agar keributan tidak semakin meluas.
Namun naas, saat berusaha memisahkan pihak-pihak yang bertikai, K justru ditikam menggunakan sebilah badik oleh pelaku berinisial MAF (20). Dalam insiden yang sama, seorang warga sipil berinisial T (53) juga mengalami luka tusuk serius di bagian perut dan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Ia pun menegaskan bahwa anggotanya hanya berada di lokasi untuk melerai perkelahian dan tidak memiliki hubungan maupun persoalan dengan pelaku.
“Saya jelaskan kejadian keributan yang terjadi kemarin di depan THM. Anggota kita yang ditikam tidak mengenal pelaku, dan saat itu anggota kita dalam posisi melerai keributan yang terjadi di depan THM,” ujar Kolonel Andang, Minggu (5/7/2026).
Ia menambahkan, kondisi anggotanya saat ini dalam keadaan stabil dan masih menjalani perawatan medis.
“Anggota kita saat ini dalam perawatan dan kondisinya stabil. Kami juga terus berkoordinasi dengan Polresta Mamuju untuk menangkap seluruh pelaku yang terlibat dan memprosesnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.
Dandim juga mengimbau seluruh prajurit Kodim 1418/Mamuju agar tetap menahan diri, tidak mudah terpancing provokasi, serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum. Ia memastikan sinergi TNI dan Polri di Mamuju tetap solid dalam mengusut tuntas peristiwa tersebut. (*)






