Mamuju, Mesakada.com – Suasana kompetitif dan penuh keakraban mewarnai tribun Mapolda Sulawesi Barat dalam Turnamen Catur yang digelar dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus HUT Polda Sulbar ke-10.
Sebanyak 84 peserta baik anggota Polri maupun masyarakat umum tampil bersaing mengadu strategi dan ketangkasan berpikir.
Direktur Reserse Kriminal Umum selaku penanggung jawab kegiatan dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana efektif untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat sportivitas serta menggali minat dan bakat di bidang olahraga otak ini.
Lebih dalam, ia mengangkat filosofi mendalam dari permainan catur yang relevan dengan kehidupan organisasi.
“Dalam catur, setiap bidak dan pion memiliki tugas mulia untuk saling melindungi dan menjaga rajanya agar tetap aman hingga akhir permainan. Filosofi ini berlaku bagi kita semua di Polda Sulbar. Seluruh personel harus saling mendukung, bekerja sama dan menjaga pimpinan dalam menjalankan setiap kebijakan demi kesuksesan organisasi,” tuturnya.
Sementara itu, Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi kegiatan ini mengucapkan selamat datang dan apresiasi setinggi-tingginya kepada 84 peserta yang telah hadir dan berpartisipasi memeriahkan peringatan bersejarah tahun 2026 ini.
Ia menekankan bahwa olahraga catur memiliki nilai pendidikan yang tinggi, mengajarkan kita untuk selalu berpikir jauh ke depan dan mempertimbangkan setiap langkah dengan matang.
“Bermain catur mengajarkan kita satu hal penting yaitu setiap keputusan dan langkah yang diambil harus diperhitungkan secara cermat. Hal ini sama seperti perjalanan hidup kita, di mana kesalahan langkah dapat berakibat fatal di kemudian hari,” ungkap Kapolda.
Selain itu, ia juga menyoroti kesetaraan peran dalam mencapai tujuan, sebagaimana dalam papan catur setiap bidak memiliki fungsi dan peran masing-masing yang sama pentingnya untuk meraih kemenangan. Demikian pula dalam organisasi Polri, setiap anggota memiliki tanggung jawab yang harus dijalankan sebaik mungkin agar tujuan besar institusi tercapai.
“Semoga kegiatan ini semakin mempererat kebersamaan, menyatukan hati dan memperkuat hubungan harmonis antara Polri dengan masyarakat,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Kapolda meminta kepada seluruh dewan juri untuk menjalankan tugas secara profesional, objektif dan mengacu pada aturan resmi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI), sehingga tercipta kompetisi yang adil, tertib dan menghasilkan juara yang benar-benar layak.
Turnamen ini diharapkan menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang tak hanya menghibur, tetapi juga membangun karakter disiplin, cerdas dan sportif bagi seluruh personel maupun masyarakat Sulawesi Barat. (*)







