Mamuju, Mesakada.com — Puluhan calon penumpang di Pelabuhan Penyeberangan Mamuju kecewa setelah gagal mendapatkan tiket kapal tujuan Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (1/4/2026), meski telah mengantre sejak subuh.
Kekecewaan memuncak setelah kuota tiket dinyatakan habis, sementara sejumlah penumpang menilai sistem antrean tidak berjalan transparan.
Salah satu calon penumpang, Asni, warga Bakengkeng, Kalukku, mengaku heran dengan proses pembagian tiket yang dinilai tidak sesuai nomor antrean.
“Ada yang datang dari Mamuju Tengah, bahkan dari Polman, tapi pulang karena tidak dapat tiket. Padahal sudah pegang nomor antrean,” ujarnya.
Ia mengaku mendapatkan nomor antrean 35, namun justru melihat nomor antrean lebih besar bisa memperoleh tiket.
“Saya nomor 35, tapi nomor 40 bisa dapat tiket. Ini yang kami pertanyakan,” keluhnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Cabang PT NTL, Adnan, menyebut kericuhan terjadi akibat keterbatasan kapasitas kapal yang harus mengikuti aturan keselamatan.
“Kapasitas kapal hanya 180 orang, sementara yang berangkat mencapai 187 orang. Yang tidak terakomodasi sekitar 50 sampai 60 orang,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sistem penjualan tiket kini mulai dialihkan ke sistem daring (online), meski pembelian langsung di loket masih dilayani.
Terkait dugaan antrean yang melompati urutan, Adnan berdalih hal itu terjadi karena ada penumpang yang tidak sabar dan mengembalikan nomor antreannya.
“Nomor yang dikembalikan itu kemudian digunakan oleh antrean berikutnya, sehingga terlihat seperti dilompati,” katanya.
Pihak pengelola pun berjanji akan memprioritaskan penumpang yang gagal berangkat untuk keberangkatan selanjutnya yang dijadwalkan sekitar 10 April.
Sebagai informasi, harga tiket kapal rute Mamuju–Bontang dipatok sebesar Rp 48 ribu per penumpang.(*)







