Jakarta, Mesakada.com — Pemprov Sulbar berhasil mengamankan bantuan sosial sebesar Rp5 juta per kepala keluarga (KK) bagi 487 keluarga miskin melalui dukungan Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia.
Bantuan tersebut diperoleh usai audiensi antara Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Jakarta, Senin (13/4/2026). Total anggaran yang dikucurkan mencapai sekitar Rp2,4 miliar, dengan sasaran langsung masyarakat miskin dan miskin ekstrem di Sulbar.
Gubernur Suhardi Duka menegaskan, bantuan Rp5 juta ini menjadi langkah awal untuk mendorong perbaikan ekonomi keluarga penerima. Ia berharap dana tersebut tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga sebagai modal usaha agar masyarakat bisa bangkit secara mandiri.
“Bantuan Rp5 juta per KK ini harus jadi titik awal perubahan. Kami ingin penerima bisa berkembang, bahkan ke depan berpeluang mendapatkan bantuan lanjutan hingga Rp50 juta untuk pengembangan usaha,” ujar SDK.
Adapun rincian penerima bantuan meliputi 116 orang tua siswa di Sekolah Rintisan Kalukku, Mamuju, 71 orang tua siswa di Polman, serta 300 KK miskin ekstrem yang menjadi prioritas utama. Secara keseluruhan, jumlah penerima mencapai 487 KK.
Selain bantuan langsung tunai, Pemprov Sulbar juga mendorong penguatan program lain seperti penambahan kuota PBI BPJS Kesehatan serta bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk masyarakat miskin.
Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menekankan pentingnya pendekatan pemberdayaan agar bantuan sosial mampu menciptakan kemandirian ekonomi dan berkelanjutan.
Pemprov Sulbar memastikan penyaluran bantuan dilakukan tepat sasaran, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor agar program penanggulangan kemiskinan berjalan lebih efektif dan terukur. (*)







