Mamasa, Mesakada.com – Pemkab Mamasa menargetkan mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui kegiatan minum kopi secara serentak yang akan digelar pada peringatan Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026.
Bupati Mamasa, Welem Sambolangi mengungkapkan, hingga kini sudah sekitar 33 ribu warga dari 17 kecamatan mendaftar untuk mengikuti kegiatan tersebut.
“Data terakhir yang sudah masuk tadi malam sudah 33.000 orang mendaftar untuk minum kopi secara bersamaan pada tanggal 17 Agustus,” katanya.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memecahkan rekor, tetapi juga menjadi momentum memperkenalkan Kopi Mamasa yang baru saja memperoleh pengakuan Indikasi Geografis (IG) dari pemerintah pusat.
Berbeda dari daerah lain, peserta nantinya tidak menggunakan gelas biasa, melainkan suke, wadah minum tradisional berbahan bambu yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Mamasa.
“Yang menjadi keunggulan kita karena peserta akan menggunakan suke yang terbuat dari bambu,” ujarnya.
Jumlah peserta yang disiapkan jauh melampaui syarat minimal yang diminta MURI.
Permintaan MURI hanya sekitar 17 ribu peserta. Namun Pemkab Mamasa memilih menargetkan 33 ribu orang agar keterlibatan masyarakat lebih luas.
Usai mengikuti upacara HUT RI, masyarakat akan berkumpul di titik yang telah ditentukan untuk menyeruput Kopi Mamasa secara serentak.
Welem berharap kegiatan tersebut menjadi promosi besar bagi komoditas kopi sekaligus mendongkrak sektor pariwisata daerah. (*)





