Mamuju, Mesakada.com — Sebanyak 26 ribu peserta di Sulbar telah mengikuti program literasi digital dan kecerdasan buatan (AI) yang dijalankan Kaizen Collaborative Impact bekerja sama dengan Pemprov Sulbar.
Program inisiatif ASEAN Foundation dan Google.org ini menyasar berbagai kalangan, mulai dari pelajar, guru, pelaku UMKM, hingga aparatur sipil negara (ASN). Dalam dua bulan pelaksanaan, kegiatan telah menjangkau 70 sekolah dengan total sekitar 24 ribu siswa SMA/SMK dan 2.200 guru.
Direktur Eksekutif Yayasan Kaizen Collaborative Impact, Ismita Saputri, mengatakan program difokuskan pada peningkatan kecakapan digital agar peserta lebih cakap, beretika, dan aman di ruang digital.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman terkait pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam kehidupan sehari-hari, agar mampu menggunakan teknologi secara bijak tanpa bergantung sepenuhnya.
Program ini telah diformalisasi melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Pemprov Sulbar, dengan sejumlah inisiatif seperti AI Ready ASEAN, AIM ASEAN, dan SCAM Ready ASEAN.
Tak hanya sektor pendidikan, literasi digital bagi pelaku UMKM mulai dijalankan sejak 2 Mei 2026. Pemerintah Provinsi Sulbar juga mendorong agar pelatihan serupa diberikan kepada ASN, dengan materi yang disesuaikan kebutuhan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK) menegaskan pengembangan SDM harus menyasar semua kalangan, termasuk ASN.
“ASN juga mesti mendapat perhatian pengembangan SDM seperti halnya masyarakat,” ujarnya.
Program ini juga dipastikan tidak dipungut biaya serta tidak melibatkan pengambilan data pribadi peserta. (*)





