Warga Mamasa Ditandu Empat Jam ke Puskesmas Lewati Sungai Biar Bisa Diobati

oleh

Mamasa, Mesakada.com – Seorang warga di Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulbar, harus ditandu selama kurang lebih empat jam demi mendapatkan pelayanan kesehatan. Medan yang sulit dilalui kendaraan membuat proses evakuasi berlangsung cukup berat hingga akhirnya korban berhasil dibawa ke Puskesmas Mambi untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa itu terjadi di Dusun Sambaho, Desa Pamoseang, Kecamatan Mambi, Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 09.30 Wita. Korban diketahui bernama Kamaruddin (45), seorang petani yang mengalami luka dan membutuhkan penanganan medis. Dalam proses evakuasi tersebut, personel Bhabinkamtibmas Polsek Mambi, Polres Mamasa, turut melakukan pendampingan dan pengawalan.

Bhabinkamtibmas Desa Pamoseang, Aipda Hendra Sapri bersama Bripka Hamsir mendampingi keluarga dan warga yang menandu Kamaruddin dari Dusun Sambaho menuju titik yang dapat dijangkau kendaraan. Perjalanan itu memakan waktu sekitar empat jam karena akses menuju permukiman belum bisa dilalui mobil.

Setelah tiba di lokasi yang dapat diakses kendaraan, korban kemudian dibawa menggunakan mobil milik warga menuju Puskesmas Mambi. Sesampainya di fasilitas kesehatan tersebut, tenaga medis langsung memberikan penanganan terhadap korban.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan Kamaruddin mengalami luka lecet pada wajah, luka di bagian dahi, bengkak, serta luka lecet di bagian belakang kepala. Seluruh luka kemudian mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur oleh petugas kesehatan.

Peristiwa ini kembali menggambarkan tantangan yang masih dihadapi sebagian masyarakat di wilayah pegunungan Mamasa dalam mengakses layanan kesehatan. Kondisi geografis yang sulit membuat warga harus mengandalkan tandu untuk membawa pasien menuju titik yang bisa dijangkau kendaraan.

Di tengah keterbatasan akses tersebut, personel Bhabinkamtibmas Polsek Mambi hadir mendampingi proses evakuasi sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Kehadiran polisi diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan korban sekaligus memberikan rasa aman bagi keluarga dan warga yang terlibat dalam proses evakuasi.

Pendampingan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat, terutama dalam membantu warga yang menghadapi kondisi darurat di daerah dengan akses transportasi yang masih terbatas. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.