Wonomulyo, Mesakada.com – Suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW mulai terasa di Pasar Tradisional Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), jelang bulan Rabiul Awal. Sejumlah pedagang mulai menjajakan beragam perlengkapan khas Maulid yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat Polman.
Pantauan di lokasi, Selasa (1/9/2026), lapak pedagang dipenuhi berbagai bentuk Tiri Maulid. Hiasan tersebut dibuat menyerupai pohon atau menara dengan ornamen warna-warni yang digantung.
Tiri Maulid dibuat menggunakan berbagai bahan, seperti kertas krep, plastik, keranjang kecil hingga ember. Hiasan tersebut kemudian dipercantik menggunakan pita mengilap dengan beragam warna.
Salah seorang pedagang asal Campalagian, Nurbakiah mengatakan, harga Tiri Maulid yang dijual bervariasi, tergantung bentuk dan tingkat dekorasinya. Untuk Tiri Maulid dengan ukuran dan dekorasi sederhana, harganya mulai dari Rp 5 ribu. Sementara jenis yang lebih umum dijual sekitar Rp 10 ribu per ikat. Adapun bentuk menara dibanderol sekitar Rp35 ribu per buah.
“Umumnya harganya Rp10 ribu per ikatnya, kalau yang biasa-biasa saja Rp5 ribu, sedangkan kalau menara Rp35 ribu per menara,” ujar Nurbakiah.
Menurut Nurbakiah, pembeli Tiri Maulid tidak hanya berasal dari masyarakat sekitar Wonomulyo. Setiap memasuki momentum Maulid, warga dari sejumlah wilayah pegunungan juga datang ke pasar untuk membeli perlengkapan tersebut.
Salah satunya masyarakat dari Kecamatan Bulo. Tiri Maulid yang dibeli nantinya dibawa ke masjid untuk digunakan dalam rangkaian peringatan Maulid dan dibagikan kepada warga.
“Selain warga sekitar Wono, termasuk juga masyarakat dari pegunungan seperti Bulo. Kalau sudah mau baca-baca, datangmi beli,” ungkapnya. (ifn/ajs)






