Mamuju, Mesakada.com — Sulbar Fair 2026 resmi ditutup di Anjungan Manakarra, Mamuju, Kamis (24/9/2026) malam. Gelaran yang mempertemukan artis nasional, talenta lokal, UMKM dan pelaku ekonomi kreatif ini tidak hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi dan membuka ruang bagi usaha lokal untuk berkembang.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Sulbar, Bau Akram Dai, mengatakan pelaksanaan Sulbar Fair menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor ekonomi kreatif sekaligus memberikan ruang lebih luas bagi pelaku usaha lokal.
Menurutnya, kegiatan yang menggabungkan seni, musik, UMKM dan ekonomi kreatif dapat menciptakan ruang interaksi antara masyarakat dengan pelaku usaha. Hal tersebut dinilai penting agar kegiatan festival tidak hanya menghasilkan hiburan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Sulbar Fair ini menjadi ruang yang sangat positif untuk mempertemukan kreativitas anak-anak Sulbar dengan masyarakat. Kita ingin kegiatan seperti ini terus memberi dampak bagi UMKM dan ekonomi kreatif,” kata Bau Akram Dai.
Koordinator Sulbar Fair 2026, Andi Syaiful Rauf mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai panggung hiburan, tetapi juga menjadi wadah bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk mendapatkan ruang promosi sekaligus meningkatkan aktivitas usaha.
“Yang kita harapkan tentu ada multiplier effect terhadap ekonomi lokal. Bukan hanya kegiatan hiburan, tetapi bagaimana UMKM dan ekonomi kreatif kita ikut bergerak,” kata Andi Syaiful Rauf, yang juga Sekretaris Dispoparekraf Sulbar.
Kehadiran masyarakat selama pelaksanaan Sulbar Fair 2026 dinilai memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi di sekitar lokasi kegiatan. Transaksi tidak hanya terjadi pada stan UMKM, tetapi turut menggerakkan sektor pendukung lainnya.
Sulbar Fair 2026 juga memberikan ruang bagi musisi dan penyanyi muda daerah untuk tampil bersama artis nasional. Kolaborasi tersebut menjadi kesempatan bagi talenta lokal untuk memperkenalkan karya sekaligus mendapatkan pengalaman tampil di hadapan masyarakat dalam skala yang lebih besar.
“Kita ingin Sulbar Fair ini juga menjadi panggung bagi anak-anak muda Sulbar, khususnya yang bergerak di bidang seni dan musik,” tuturnya.
Selama kegiatan berlangsung, antusiasme masyarakat Mamuju terlihat dari kehadiran warga yang memadati kawasan Anjungan Manakarra untuk menikmati berbagai pertunjukan.
Dengan resmi berakhirnya Sulbar Fair 2026, penyelenggara berharap dampak kegiatan tidak berhenti setelah panggung ditutup, tetapi dapat berlanjut melalui tumbuhnya aktivitas UMKM, ekonomi kreatif dan industri seni di Sulawesi Barat.
“Bukan hanya kegiatan hiburan, tetapi bagaimana UMKM dan ekonomi kreatif kita ikut bergerak,” pungkasnya. (*)






