Menurut SDK, kemajuan UMKM saat ini tak lepas dari pola pembinaan sistematis yang dilakukan BI, mulai dari literasi digital, pemasaran, hingga peningkatan kualitas produk. Ia menilai, sinergi antara BI dan Pemprov harus diperkuat untuk menghadapi tantangan yang lebih besar.
Salah satu target ke depan adalah pemetaan dan penguatan kapasitas 1.000 UMKM lokal, yang disebut menjadi tanggung jawab bersama pemerintah provinsi dan BI.
“Olehnya saya berkomitmen bersama BI memetakan, karena kami punya tanggung jawab 1.000 UMKM,” tegasnya.
SDK juga mengajak masyarakat Sulbar untuk lebih mencintai produk lokal dengan cara membeli dan mempromosikan hasil karya UMKM daerah. Menurutnya, dari segi kualitas, produk UMKM lokal tidak kalah bersaing.
“Tentu kita ingin masyarakat supaya membeli produk UMKM kita. Jangan hanya produk dari luar. Kalau kita lihat, UMKM kita juga lebih bagus,” ujarnya.
Guna mendukung gerakan tersebut, SDK mengungkapkan rencana membentuk koperasi pegawai di lingkungan Kantor Gubernur Sulbar. Koperasi ini nantinya akan fokus pada distribusi dan promosi produk-produk UMKM lokal.
“Kita akan dorong pegawai beli produk lokal. Koperasi bisa jadi alat distribusinya,” ucapnya.





