Mamasa, Mesakada.com — Fenomena pasien membeludak kembali terjadi di Rumah Sakit Banua Mamase. Kondisi tersebut terlihat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Banua Mamase pada Minggu (16/8/2026), ketika jumlah pasien yang membutuhkan pelayanan melebihi kapasitas ruang IGD.
Berdasarkan laporan dr. Asyuni yang sedang bertugas, jumlah pasien yang masuk ke IGD mencapai 17 orang. Padahal, kapasitas IGD RS Banua Mamase hanya mampu menampung sekitar 13 pasien.
“Pada saat ini memang jumlah pasien di IGD melebihi kapasitas karena mencapai 17 pasien,” ujar Asyuni.
Kondisi serupa juga terjadi pada ruang rawat inap. RS Banua Mamase diketahui hanya memiliki kapasitas sekitar 45 pasien untuk ruang perawatan. Meski kapasitas terbatas, pihak rumah sakit tetap memberikan pelayanan kepada seluruh pasien yang datang. Bahkan, beberapa pasien terpaksa mendapatkan perawatan menggunakan kursi roda karena keterbatasan tempat tidur.
“Karena kita tidak tega menolak pasien, makanya kami tetap melakukan pelayanan meskipun ada beberapa yang harus dirawat di kursi roda,” kata Asyuni.
Menurutnya, dari hasil pemeriksaan sementara, keluhan pasien yang datang ke IGD cukup beragam. Beberapa di antaranya mengalami demam tinggi, tekanan darah tinggi, batuk kering keras hingga nyeri kepala.
“Dari hasil pemeriksaan, kami mendapati bahwa rata-rata penyakit yang diderita pasien yaitu demam tinggi, tekanan darah tinggi, batuk kering keras, dan nyeri kepala yang disebabkan cuaca, aktivitas berlebihan (lifestyle), dan pola makan,” lanjutnya.
Membeludaknya pasien di IGD RS Banua Mamase bukan kali pertama terjadi. Kondisi tersebut disebut telah terjadi beberapa kali, menunjukkan adanya tekanan terhadap kapasitas pelayanan rumah sakit, khususnya ruang IGD dan rawat inap.
Kondisi ini menjadi perhatian karena tenaga kesehatan tetap berupaya memberikan pelayanan kepada pasien meskipun fasilitas dan kapasitas tempat tidur yang tersedia terbatas. (*)





