Ratusan Ekor Kambing dan Ayam Senilai Rp 1,8 M Digelontorkan ke Majene

oleh

Majene, Mesakada.com — Pemprov Sulbar menggelontorkan anggaran sekitar Rp 1,8 miliar untuk memperkuat sektor peternakan di Kabupaten Majene melalui penyaluran bantuan kambing dan ayam petelur kepada kelompok tani. Ada pun bantuan yang diserahkan itu yakni 304 ekor kambing dan 2.200 ekor ayam petelur beserta 6.600 kilogram pakan kepada 16 kelompok tani ternak yang tersebar di enam kecamatan dan 15 desa/kelurahan.

Kepala Dinas TPHP Sulbar, Hamdani Hamdi merinci, dari total anggaran Rp 1,8 miliar, sekitar Rp 1,5 miliar dialokasikan untuk pengadaan kambing, sedangkan Rp 300 juta digunakan untuk bantuan ayam petelur beserta pakan.

Menurut Hamdani, bantuan tersebut juga dilengkapi obat-obatan, vitamin, serta tambahan pakan ternak. Khusus pakan ayam, pemerintah menyiapkan kebutuhan yang dapat digunakan secara gratis hingga sekitar satu setengah bulan.

Ia juga memaparkan hasil program bantuan tahun 2025. Dari 570 ekor kambing yang disalurkan kepada 28 kelompok, telah lahir 171 anak kambing dan 107 ekor induk lainnya sedang bunting. Nilai ekonomi dari pertambahan populasi ternak tersebut diperkirakan telah mencapai sekitar Rp328 juta.

Saat ini, populasi kambing di Kabupaten Majene tercatat sebanyak 22.942 ekor. Pemprov Sulbar berharap bantuan yang diberikan dapat meningkatkan populasi ternak sekaligus menjadi sumber pendapatan baru bagi kelompok tani penerima.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) kepada kelompok tani ternak di Kelurahan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Selasa (25/8/2026).

Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK) mengatakan, anggaran tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah provinsi untuk menopang daerah yang memiliki keterbatasan kemampuan anggaran, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan.

“Alokasi anggaran, kalau tidak cukup sebagian dibantu oleh provinsi. Jadi kita saling menopang. Ada kabupaten yang kurang mampu, kita topang. Itulah kehadiran provinsi,” ujar SDK.

Ia menilai Majene dan Polewali Mandar (Polman) memiliki potensi besar sebagai sentra peternakan kambing di Sulawesi Barat. Menurutnya, kemampuan peternak di wilayah Mandar menjadi alasan pemerintah terus mengalokasikan bantuan ternak.

“Tahun lalu kita alokasi anggaran kambing cukup besar. Karena memang kita ingin melihat bahwa di Mandar ini, utamanya Polman dengan Majene, peternak-peternaknya itu ahli-ahli semua, pintar-pintar semua. Jadi kalau dikasih kambing yang bagus, tampak bagus hasilnya,” katanya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.