Pria Dipasung di Kalukku Tidak Pernah Sekalipun Dapat Pengobatan Medis

oleh

Mamuju, Mesakada.com — Selama kurang lebih empat tahun, Satria (28), warga Desa Keang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulbar, masih menjalani hidup dalam pasungan di rumahnya.

Kondisi tersebut telah berlangsung sejak sekitar 2022. Keluarga terpaksa memasung Satria karena sebelumnya ia kerap meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan keluarga. Bahkan, Satria pernah dinyatakan hilang selama berhari-hari dan ditemukan seorang diri di dalam hutan.

Namun di balik keputusan tersebut, keluarga mengaku sebenarnya ingin Satria mendapatkan pengobatan dan penanganan medis. Keterbatasan ekonomi membuat keinginan itu selama ini belum dapat diwujudkan.

Perwakilan keluarga, Alfian Linggi, mengatakan Satria hingga saat ini masih berada dalam pasungan. Keluarga berencana membawanya ke RSUD Sulbar untuk mendapatkan penanganan medis.

“Masih dipasung. Rencana besok kalau jadi dibawa ke RS Regional. Tapi keluarga masih berusaha mencari bantuan untuk biaya selama rawat inap nanti di Regional,” kata Alfian, Senin (10/8/2026).

Menurut Alfian, selama kurang lebih empat tahun dipasung, Satria disebut belum pernah mendapatkan pengobatan medis. Termasuk dari fasilitas kesehatan di wilayah setempat.

Kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu kendala utama. Orang tua Satria diketahui bekerja serabutan dan masuk dalam kategori keluarga kurang mampu. Biaya transportasi, kebutuhan selama menjalani perawatan, hingga biaya pendukung lainnya membuat keluarga kesulitan mengambil langkah pengobatan.

Padahal, keluarga mengaku sudah lama memiliki keinginan untuk membawa Satria berobat. Mereka berharap ada perhatian dan pendampingan dari pemerintah agar Satria dapat memperoleh layanan kesehatan yang semestinya.

“Keluarga berharap ada perhatian khusus dari pemerintah, baik Pemkab maupun Pemprov. Karena selama ini mereka betul-betul belum diperhatikan khusus,” ujar Alfian.

Rencana membawa Satria ke RSUD Sulbar menjadi harapan baru bagi keluarga. Setelah bertahun-tahun hanya menghadapi kondisi tersebut dengan keterbatasan yang ada, mereka ingin Satria mendapat pemeriksaan dan penanganan dari tenaga medis yang kompeten.

Keluarga berharap proses pengobatan Satria tidak berhenti pada pemeriksaan awal. Mereka juga membutuhkan dukungan selama proses perawatan, termasuk memastikan kebutuhan Satria dapat terpenuhi apabila nantinya harus menjalani rawat inap.

Kisah Satria menunjukkan bahwa persoalan kesehatan jiwa juga berkaitan erat dengan kemampuan keluarga mengakses layanan kesehatan. Ketika keluarga berada dalam kondisi ekonomi terbatas, dukungan pemerintah dan layanan kesehatan menjadi sangat penting agar pasien tidak semakin lama hidup dalam kondisi tanpa penanganan medis.

Kini, keluarga Satria masih berupaya mengumpulkan biaya agar rencana membawa Satria ke rumah sakit dapat terlaksana. Di tengah keterbatasan itu, mereka menyimpan harapan sederhana: Satria bisa mendapatkan pengobatan yang layak dan perlahan keluar dari kehidupan dalam pasungan. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.