Mamuju, Mesakada.com — Polresta Mamuju menaruh perhatian serius terhadap kondisi anak 14 tahun di Mamuju, yang manjadi korban pemerkosaan dan pencabulan yang kini tengah mengandung sekitar empat bulan. Korban disebut mengalami trauma dan kondisi kesehatannya sempat menurun.
Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi mengatakan, kondisi korban menjadi perhatian utama dalam penanganan perkara tersebut. Menurutnya, korban membutuhkan dukungan moril agar kondisi psikologis maupun kesehatannya tidak semakin menurun.
“Dari korban tentunya trauma, kondisi seperti ini butuh bantuan kita semua, mendukung secara moril dan kita berharap kondisinya tidak semakin drop. Dinkes tadi sebut kondisinya sudah menurun, maka dari itu kita harus jaga, semoga terus membaik dan bayinya juga,” kata Kombes Pol Ferdyan dalam konferensi pers di Aula Wira Satya Polresta Mamuju, Rabu (26/8/2026).
Kombes Pol Ferdyan mengatakan, perhatian terhadap korban tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Dukungan dari keluarga, pemerintah daerah, tenaga kesehatan maupun masyarakat dinilai penting untuk membantu korban melewati kondisi yang dialaminya.
Di sisi lain, polisi juga mengungkap fakta yang cukup memprihatinkan dalam perkara tersebut. Dari 15 tersangka yang telah diamankan, terdapat satu tersangka yang masuk dalam kategori keluarga korban.
Menurut Kombes Pol Ferdyan, keterlibatan pihak keluarga seharusnya justru menjadi pihak yang memberikan perlindungan kepada korban.
“Kalau keterlibatan pelaku dari sekian 15 orang yang ditangkap ada satu yang masuk kategori keluarga, memang ini kita prihatin. Harusnya bisa mencegah, bisa menolong, bahkan menghentikan perbuatan ini, malah turut serta melakukan persetubuhan kepada korban,” ujarnya.
Polresta Mamuju sebelumnya menetapkan 15 tersangka dalam kasus kekerasan seksual dan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Lima tersangka merupakan pelaku dewasa, sementara 10 lainnya masih berstatus anak. (*)






