Mamuju, Mesakada.com — Seorang siswi di Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, diduga menjadi korban pelecehan seksual. Tak hanya diduga mengalami pelecehan, aksi tersebut juga direkam hingga videonya tersebar di media sosial.
Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke Polresta Mamuju dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/286/VIII/SPKT/RESTA/SULBAR.
Peristiwa dugaan pelecehan seksual itu disebut terjadi di salah satu ruangan di sekolah tersebut. Terduga pelaku berinisial F.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, F merupakan anak seorang guru agama yang mengajar di sekolah tersebut.
Kepala Desa Ahu, Jasmin D mengatakan, pihak keluarga korban pertama kali mendatanginya setelah video dugaan pelecehan tersebut tersebar.
“Beberapa hari kemudian sudah tersebar videonya, orang tuanya datang ke saya menyampaikan, tolong dibantu saya Pak Desa, seperti apa langkah apa yang kita lakukan untuk mencari solusi,” kata Jasmin, Rabu (26/8/2026).
Menurut Jasmin, video tersebut diduga direkam saat aksi pelecehan terjadi. Video itu kemudian dikirimkan kepada pihak lain hingga akhirnya tersebar.
“Pokoknya kejadian ini dia video dirinya. Yang laki-laki, kemudian ada temannya. Diambil videonya, disebarkan,” ujarnya.
Jasmin menyebut, persoalan tersebut semakin serius karena korban diduga mendapat teror dan ancaman setelah video tersebar.
Korban diduga diminta memberikan uang sebesar Rp 1 juta. Jika permintaan tersebut tidak dipenuhi, korban disebut diancam bahwa video yang berkaitan dengannya akan kembali disebarluaskan.
“Dia meneror perempuan. Diteror lewat Instagram. Kalau tidak ada uang sejuta, saya sebar,” ungkap Jasmin.
Jasmin mengatakan, sebelum keluarga korban membawa persoalan tersebut ke jalur hukum, pihaknya sempat berupaya melakukan mediasi dengan keluarga terduga pelaku.





