Mamasa, Mesakada.com – Perjuangan Bhabinkamtibmas bersama warga mengevakuasi seorang nenek berusia 85 tahun di pelosok pegunungan Mambi, Kabupaten Mamasa, menjadi gambaran nyata sulitnya akses kesehatan di wilayah tersebut. Nenek Sania harus ditandu menggunakan sarung dan sebatang bambu karena kondisi jalan yang rusak, terjal, dan tidak dapat dilalui kendaraan maupun ambulans.
Dua personel Bhabinkamtibmas bersama warga setempat membuat tandu darurat untuk membawa Nenek Sania menuju lokasi yang bisa dijangkau kendaraan. Mereka kemudian menggotong nenek tersebut secara bergantian sejauh sekitar 8 kilometer.
Proses evakuasi berlangsung selama kurang lebih dua hingga tiga jam dengan melewati medan pegunungan yang berat. Sejumlah warga yang menyaksikan perjuangan tersebut juga ikut membantu mengangkat tandu secara bergantian.
“Benar, personel kami turun langsung membantu evakuasi Nenek Sania. Karena akses jalan tidak bisa dilewati kendaraan, kami terpaksa berjalan kaki menggotong beliau agar segera mendapatkan penanganan medis yang layak,” kata Kapolsek Mambi, Ipda Riswandi, Rabu (12/8/2026).
Penggunaan tandu darurat dari sarung dan bambu menjadi bagian paling mencolok dalam proses evakuasi tersebut. Keterbatasan akses membuat warga dan petugas harus mengandalkan peralatan seadanya agar Nenek Sania dapat segera mendapatkan pertolongan medis.
Warga pun mengapresiasi kesigapan Bhabinkamtibmas yang ikut turun langsung dalam proses evakuasi. Namun, mereka berharap kondisi jalan di wilayah tersebut segera mendapat perhatian pemerintah.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bhabinkamtibmas yang sigap menolong. Namun kami berharap jalan ini segera diperbaiki, agar ke depannya tidak lagi ada warga yang kesulitan mendapat pertolongan kesehatan tepat waktu,” ujar salah seorang warga.
Peristiwa ini sekaligus menunjukkan persoalan akses di wilayah pegunungan Mambi. Ketika kendaraan dan ambulans tidak mampu menjangkau permukiman warga, tandu darurat dan tenaga manusia menjadi satu-satunya jalan untuk membawa warga sakit menuju fasilitas kesehatan.
Di tengah keterbatasan tersebut, Bhabinkamtibmas bersama masyarakat memilih turun langsung, menggotong dan menandu Nenek Sania hingga akhirnya dapat dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis. (*)







