Mamuju, Mesakada.com — Kepala BPTD Kelas III Sulbar, Ahmad Rezy Setiawan, menegaskan pihaknya akan mengalokasikan anggaran angkutan perintis untuk melayani wilayah terpencil seperti Kopeang, Bela, dan Taan.
Langkah ini diambil setelah adanya video viral seorang ibu melahirkan di tengah perjalanan akibat sulitnya akses transportasi. BPTD Sulbar pun langsung melakukan survei lapangan dan menemukan bahwa medan menuju lokasi sangat ekstrem, bahkan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
“Kami akan coba alokasikan anggaran bus perintis sesuai arahan pimpinan di Jakarta, tentu dengan mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku,” ujar Ahmad, Rabu (1/3/2026).
Ia menjelaskan, skema layanan nantinya akan melibatkan kerja sama operasional (KSO) dengan Perum DAMRI dan pihak ketiga untuk menyesuaikan jenis kendaraan dengan kondisi medan.
Meski demikian, berdasarkan hasil survei, kendaraan bus tidak memungkinkan masuk ke wilayah tersebut. Bahkan kendaraan double gardan jenis Hilux hanya mampu menembus sekitar 4 kilometer (Km) sebelum akhirnya terhenti.
Ke depan, BPTD Sulbar akan menggelar rapat lanjutan bersama pemerintah pusat dan pemangku kepentingan di daerah seperti Kecamatan Tapalang untuk membahas uji coba angkutan perintis.
Nantinya warga Kopeang dan Bela tidak lagi membayar biaya mobil jika ingin ke Tapalang atau sebaliknya, karena sudah ditanggulangi BPTD Sulbar.
“Selama ini masyarakat harus menyewa kendaraan dengan biaya tinggi. Nantinya biaya itu akan kami tanggulangi melalui anggaran angkutan perintis, sehingga diharapkan tidak ada lagi beban bagi masyarakat,” jelasnya.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas serta menekan harga kebutuhan pokok di wilayah terisolir. (ajs)





