Pemkab Polman Dinilai Cuek Usai Jembatan Kumbang 3 Tahun Tak Kunjung Dibangun

oleh
oleh

Polewali, Mesakada.com – Pemkab Polman dinilai cuek terhadap kondisi infrastruktur di Desa Kunyi, Kecamatan Anreapi. Jembatan Kumbang yang rusak diterjang banjir sejak 2023 hingga kini belum juga diperbaiki.

Memasuki September 2026, masyarakat masih harus menggunakan jembatan darurat berbahan papan kayu untuk melintasi bentangan sekitar 30 meter tersebut. Kondisi itu dinilai membahayakan keselamatan warga, terlebih struktur jembatan telah bertahun-tahun tidak mendapat penanganan permanen.

Warga Kunyi, Syahrul mengatakan, kondisi Jembatan Kumbang sudah terlalu lama dibiarkan dalam keadaan darurat. Ia meminta Pemkab Polman segera mengambil langkah nyata sebelum kerusakan jembatan menimbulkan korban.

“Saat ini jembatan kondisinya masih darurat dengan menggunakan papan kayu. Sementara bentangan jembatan mencapai 30 meter dikuatirkan akan rubuh jika tidak cepat dibenahi. Karena sudah tiga tahun pasca putus diterjang banjir belum juga dibenahi,” keluh Syahrul, Kamis (10/9/2026).

Menurut Syahrul, persoalan bukan karena pemerintah tidak pernah menyampaikan rencana perbaikan. Warga, kata dia, sudah beberapa kali mendapat informasi bahwa jembatan tersebut akan segera dibenahi. Namun, hingga 2026, janji tersebut belum terealisasi.

Kondisi itu membuat warga mempertanyakan keseriusan Pemkab Polman dalam menangani akses vital masyarakat. Padahal, jembatan Kumbang menjadi salah satu akses penting untuk menunjang mobilitas warga sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat Desa Kunyi.

Tak hanya jembatan, warga juga menyoroti kerusakan Jalan Kunyi-Indoranuang yang dinilai semakin mengganggu aktivitas sehari-hari. Warga berharap ruas jalan tersebut segera diperbaiki melalui pengecoran maupun pengaspalan.

Warga Dusun Buangin, Desa Kunyi, Ma’dika, mengaku kecewa karena kondisi infrastruktur di wilayah tersebut belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

“Saya selaku masyarakat yang berdomisili di Desa Kunyi, tepatnya di Dusun Buangin, setiap hari melewati Jalan Poros Indoranuang ini. Kami sangat mengharapkan kepada pemerintah daerah agar memperhatikan kondisi infrastruktur jalan,” ujar Ma’dika.

Menurut Ma’dika, perbaikan jalan semakin mendesak karena kawasan sepanjang ruas tersebut mulai dikembangkan sebagai salah satu sektor pariwisata. Kerusakan akses dinilai dapat menyulitkan masyarakat sekaligus pengunjung yang hendak datang.

“Tentu akses jalan ini perlu diperbaiki. Apalagi sekarang sepanjang jalan ini mulai dikembangkan sektor pariwisata. Kalau aksesnya rusak, tentu akan menyulitkan masyarakat maupun pengunjung yang datang,” kata Ma’dika.

Ia juga meminta pemerintah memperhatikan infrastruktur di wilayah Kunyi karena kawasan tersebut berkaitan dengan kebutuhan air bersih masyarakat. Sungai Kunyi menjadi salah satu sumber air yang dimanfaatkan PDAM Wai Tipalayo untuk didistribusikan kepada masyarakat di Kota Polewali dan sekitarnya.

“Air minum ini berasal dari Desa Kunyi dan digunakan oleh masyarakat di sekitar Kota Polman. Karena itu, kami berharap pemerintah daerah dapat memperhatikan secara serius pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah ini,” pungkasnya. (ifn/ajs)

No More Posts Available.

No more pages to load.