Pemkab Mateng Minta Bantuan BRIN Atasi Masalah Sampah dan Air Bersih

oleh

Jakarta, Mesakada.com – Pemkab Mateng mulai mencari solusi berbasis teknologi untuk menghadapi dua persoalan lingkungan yang semakin mendesak, yakni pengelolaan sampah dan ancaman kekeringan.

Pemkab Mateng menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mencari teknologi yang sesuai dengan kondisi daerah, mulai dari pengolahan sampah hingga penyediaan air bersih.

Persoalan tersebut dibahas dalam audiensi Pemkab Mateng bersama BRIN di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Senin (24/8/2026).

Bupati MAteng, Arsal Aras mengatakan, salah satu persoalan yang tengah dihadapi pemerintah daerah adalah sistem pengelolaan sampah yang masih menggunakan metode open dumping.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pemerintah pusat tidak lagi menghendaki pengelolaan sampah dengan metode pembuangan terbuka.

“Kalau saat ini urusan kami adalah sampah, kami sedang bimbang tentang penampungan sampah yang masih menggunakan metode open dumping. Sementara pemerintah pusat tidak lagi menginginkan pengolahan sampah dengan metode tersebut,” ujar Arsal.

Menurutnya, Pemkab Mateng membutuhkan pendampingan riset untuk menentukan metode pengolahan sampah yang paling tepat dan sesuai dengan karakteristik wilayah.

Terlebih, persoalan sampah di Mamuju Tengah tidak hanya berasal dari sampah rumah tangga. Daerah tersebut juga memiliki potensi limbah perkebunan sawit yang dapat dikembangkan menjadi sumber energi maupun produk bernilai ekonomi.

“Kami berharap nanti ada kerja sama yang tepat dalam pengolahan sampah yang ada di wilayah kami,” ungkapnya.

Di tengah persoalan sampah, Mamuju Tengah juga menghadapi ancaman kekeringan yang berdampak langsung terhadap ketersediaan air masyarakat.

Arsal mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir kondisi sumber air di sejumlah wilayah mulai mengalami penurunan debit.

“Sementara kondisi kami, sumber air sudah mulai mengecil dan debitnya mulai menurun,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.