Mamuju, Mesakada.com — Sebanyak 560 warga di Desa Tanetepao, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, mulai menghadapi keterbatasan air bersih di tengah musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat pun turun tangan dengan mengirimkan 5.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Distribusi air dilakukan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sulbar pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 12.45 WITA. Air disalurkan menggunakan satu unit mobil tangki milik BPBD Sulbar berkapasitas 5.000 liter.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 115 kepala keluarga atau sekitar 560 jiwa yang membutuhkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Penyaluran ini menjadi respons pemerintah terhadap dampak musim kemarau yang mulai dirasakan masyarakat. Kondisi kekeringan berpotensi semakin mengganggu ketersediaan air apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Kepala Pelaksana BPBD Sulbar Muhammad Yasir Fattah mengatakan pihaknya terus memantau wilayah yang mengalami keterbatasan air bersih.
“BPBD Sulbar terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang mengalami keterbatasan air bersih serta mengoptimalkan sarana dan prasarana yang tersedia untuk memberikan bantuan kepada masyarakat,” kata Yasir Fattah.
Ia menegaskan distribusi air bersih merupakan bagian dari komitmen BPBD Sulbar dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.
Langkah tersebut juga sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka agar pemerintah hadir memberikan pelayanan nyata kepada masyarakat, khususnya yang terdampak kekeringan dan bencana hidrometeorologi kering.
BPBD Sulbar akan terus melakukan pemantauan dan menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang membutuhkan berdasarkan kondisi di lapangan. (*)





