Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah membutuhkan dukungan kajian dan teknologi untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi, terutama jika musim kering berlangsung lebih panjang.
Menjawab kebutuhan tersebut, BRIN menyatakan memiliki sejumlah teknologi yang dapat dikaji untuk diterapkan di Mamuju Tengah.
Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN Yopi mengatakan, lembaganya memang memiliki mandat untuk membantu pemerintah daerah menyelesaikan persoalan spesifik melalui riset dan inovasi.
“BRIN memiliki berbagai sumber daya riset yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pemerintah daerah menyelesaikan permasalahan berdasarkan kebutuhan spesifik wilayah,” kata Yopi.
Untuk persoalan sampah, Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Riset dan Inovasi Daerah BRIN Sri Nuryanti menyebut terdapat sejumlah teknologi yang dapat menjadi pilihan.
Di antaranya biokomposter elektrik, pirolisis terintegrasi, insinerator ramah lingkungan non-B3, mesin pelet sampah, hingga sistem gasifikasi.
Teknologi tersebut nantinya tidak serta-merta diterapkan, tetapi perlu dikaji berdasarkan karakteristik sampah, kapasitas daerah, kebutuhan energi, hingga kemampuan pemerintah daerah dalam mengoperasikannya.
BRIN juga menawarkan dukungan teknologi untuk persoalan air bersih dan kekeringan.
Sri menyebut salah satu teknologi yang telah diterapkan di sejumlah daerah adalah teknologi air siap minum. BRIN juga memiliki pendekatan berbasis riset untuk pemetaan dan pengelolaan sumber daya air.
“Ketika terjadi bencana di Aceh, kami menyediakan ARSINUM, teknologi air siap minum. Dukungan BRIN juga dapat dilakukan melalui berbagai mekanisme pendanaan riset yang tersedia, dengan tetap memerlukan dukungan dan komitmen pemerintah daerah,” jelasnya.
Bagi Mamuju Tengah, kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada audiensi atau sekadar pertukaran gagasan.
BRIN dan Pemkab Mamuju Tengah sepakat melanjutkan koordinasi teknis untuk memetakan persoalan, mengidentifikasi kebutuhan, serta menentukan teknologi yang paling memungkinkan diterapkan di lapangan. (rls)






