Pemkab Mamuju Tetapkan Status Tanggap Darurat Kekeringan dan Karhutla

oleh

Mamuju, Mesakada.com – Pemkab Mamuju menetapkan status tanggap darurat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 7 September 2026. Kebijakan tersebut diambil menyusul kekeringan yang telah berlangsung sekitar tiga bulan tanpa hujan.

Penetapan status tanggap darurat ditandai dengan Apel Satuan Tugas (Satgas) Karhutla yang digelar di Lapangan Ahmad Kirang, Mamuju, Rabu (2/9/2026). Bupati Mamuju Sutinah Suhardi mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima pemerintah daerah, terdapat 34 titik api di wilayah Kabupaten Mamuju. Kondisi tersebut dinilai sebagai dampak dari kekeringan yang berlangsung selama berbulan-bulan.

“Di bulan September ini sudah berapa bulan ya, Mamuju itu mengalami kekeringan. Tidak ada hujan sama sekali tiga bulanan. Laporannya ada 34 titik api di Kabupaten Mamuju,” kata Sutinah.

Menurutnya, kondisi tersebut mendorong Pemkab Mamuju bersama TNI, Polri, kejaksaan dan unsur terkait lainnya untuk meningkatkan status penanganan menjadi tanggap darurat.

“Sehingga kami pemerintah Kabupaten Mamuju dan semua unsur terkait, TNI, Polri dan teman-teman dari kejaksaan menganggap bahwa ini kayaknya sudah harus dinaikkan statusnya menjadi tanggap darurat,” ujarnya.

Sutinah menyebut status tanggap darurat tersebut berlaku hingga 7 September 2026. Namun, pemerintah daerah akan mempertimbangkan perpanjangan apabila kondisi kekeringan dan karhutla masih membutuhkan penanganan khusus.

“SK-nya saya tanggal 7 September. Tapi apabila dilihat masih diperlukan, kita akan perpanjang status tanggap daruratnya,” katanya.

Ia berharap penetapan status tersebut membuat seluruh unsur terkait lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan selama kondisi kekeringan dan karhutla berlangsung.

“Mudah-mudahan dengan tanggap darurat ini semua unsur terkait bisa siap sedia apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Tapi kita berharap mudah-mudahan segera turun hujan,” ucapnya.

Selain berdampak terhadap meningkatnya risiko kebakaran lahan, kekeringan juga mulai dirasakan masyarakat melalui keterbatasan pasokan air dan listrik. Sutinah mengatakan distribusi air Perumdam Mamuju saat ini dilakukan secara bergiliran. Di sisi lain, ia juga menerima laporan adanya pemadaman listrik bergiliran akibat berkurangnya stok listrik.

“Hampir semua kayaknya masyarakat mengeluh kering. Air PDM sudah bergiliran ini, dan sekarang juga laporannya PLN sudah bergiliran melakukan pemadaman karena memang stok listrik mereka yang semakin berkurang,” tuturnya.

Sutinah juga mengimbau masyarakat, khususnya pemilik lahan, tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah menyebar dan berpotensi merembet ke lahan milik warga lain maupun kawasan hutan.

“Saya mengajak kepada masyarakat, terutama yang punya lahan, tolong lebih bijak untuk bisa melihat kondisi sekarang. Kalau bisa jangan membakar lahan untuk membuka lahan,” katanya.

Ia menegaskan masyarakat tetap dapat membuka lahan, namun tidak dengan cara membakar.

“Silakan membuka lahan, tapi jangan dengan cara dibakar. Karena bukan cuma lahannya saja yang kemungkinan terbakar, bisa saja lahan tetangga atau hutan itu bisa terbakar juga,” ujarnya.

Menurut Sutinah, sejumlah kebakaran yang terjadi bermula dari warga yang hanya berniat membakar lahan miliknya. Namun, kondisi kering membuat api sulit dikendalikan hingga meluas.

“Mereka cuma berniat untuk membakar lahannya, tapi ternyata sampai berhektare-hektare yang terbakar,” katanya.

Pemkab Mamuju juga menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung penanganan dampak kekeringan, termasuk penyaluran air bersih ke wilayah yang terdampak.

“Target kita dengan tanggap darurat ini kita semuanya bisa siap, bisa tanggap apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kami pun juga dengan kegiatan ini menggunakan dana BTT,” jelasnya.

Salah satu wilayah yang mendapat bantuan air bersih yakni Kepulauan Balabalakang. Sutinah mengatakan penyaluran air bersih ke wilayah kepulauan tersebut akan kembali dilakukan sebagai tahap kedua.

“Seperti tadi penyaluran air bersih itu dari dana BTT. Alhamdulillah Balabalakang ini tahap kedua, kita akan kirim air ke sana,” pungkasnya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.