Mamuju, Mesakada.com — Upaya menekan persoalan sampah terus digencarkan di Kabupaten Mamuju melalui aksi nyata di lapangan. Pemerintah daerah menggelar kerja bakti massal atau KORVE dalam Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), Jumat (10/4/2026).
Kegiatan dipusatkan di kawasan Landscape Mamuju dan sekitarnya, sebagai bagian dari tindak lanjut gerakan nasional yang diluncurkan Presiden RI pada awal 2026 untuk mengatasi darurat sampah.
Gerakan ini tidak hanya berfokus pada pembersihan lingkungan, tetapi juga penertiban baliho liar serta penataan kabel yang semrawut melalui sinergi lintas sektor.
Aksi KORVE dihadiri Bupati Mamuju yang diwakili Sekretaris Daerah, Suaib, bersama para asisten, pimpinan perangkat daerah, serta seluruh ASN lingkup Pemkab Mamuju.
Dalam arahannya, Sekda menyampaikan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Mamuju Nomor 6 Tahun 2026 tentang pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia ASRI.
Ia menjelaskan, aksi bersih sampah dijadwalkan rutin dua kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa di lingkungan kantor masing-masing dan Jumat dalam bentuk kerja bakti gabungan.
Langkah ini diharapkan mampu membangun budaya hidup bersih sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pengelolaan sampah.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Wilayah Sulawesi dan Maluku, Azri Rasul, mengingatkan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama.
Ia menyebut kapasitas pengelolaan sampah saat ini baru mampu menangani sekitar 60 hingga 70 persen dari total produksi harian, sementara sebagian lainnya masih tercecer di lingkungan.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi mencemari lingkungan dan berdampak pada kualitas sumber air, sehingga diperlukan keterlibatan semua pihak untuk menjaga kebersihan secara berkelanjutan.






