Topoyo, Mesakada.com — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan Bendungan Budong-Budong di Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulbar. Hingga Agustus 2025, progres konstruksi mencapai 63,11% dan ditargetkan selesai tahun 2027.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bendungan ini merupakan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan air, mendukung produktivitas pertanian, dan mereduksi banjir.
“Bendungan Budong-Budong dirancang tidak hanya untuk mengendalikan banjir dan penyediaan air baku, tetapi juga meningkatkan produktivitas pertanian yang tujuannya mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto”, ujar Menteri Dody.
Bendungan pertama di Sulbar ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan volume tampung efektif 47,25 juta m³. Fungsinya meliputi penyediaan irigasi 3.047 hektar, air baku 410 liter/detik, pengendali banjir hingga 330,87 m³/detik, serta potensi PLTMH 0,60 MW.
Kepala BWS Sulawesi V Mamuju Tampang menyebut bendungan terletak di anak Sungai Salulekbo dengan luas Daerah Tangkapan Air 136,77 km². Pembangunan Bendungan Budong-Budong dimulai sejak 8 Desember 2020 dengan membendung Sungai Salulebbo yang merupakan anak sungai Budong-Budong. (*)





