Mamuju, Mesakada.com – Pemprov Sulbar resmi menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XI Sulbar 2026 dengan melibatkan 116 peserta dari enam kabupaten. Ajang ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga diproyeksikan untuk menjaring qari, qariah, hafiz, dan seniman Al-Qur’an terbaik yang akan mewakili Sulbar di tingkat nasional.
Kepala Biro Pemerintahan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Sulbar, Murdanil mengatakan, MTQ merupakan bagian dari upaya meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus mempersiapkan kafilah terbaik Sulbar.
“MTQ ini salah satu tujuannya adalah meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, sekaligus mempersiapkan qari, qariah, hafiz, dan seniman terbaik yang nantinya dapat mengharumkan nama Sulbar di tingkat nasional,” ujar Murdanil, Minggu (28/6/2027).
Peserta terbanyak berasal dari Polewali Mandar (Polman) dan Pasangkayu sebanyak 22 peserta, Majene 21 peserta, Mamuju dan Mamasa 19 peserta, dan Mamuju Tengah (Mateng) 13 peserta.
Murdanil menjelaskan, pelaksanaan MTQ tahun ini juga menyesuaikan kebijakan terbaru terkait cabang perlombaan. Jika sebelumnya terdapat lebih banyak cabang, kini hanya dipertandingkan 11 cabang yang dinilai memiliki potensi besar menghasilkan prestasi pada ajang nasional.
“Terjadi penyesuaian cabang lomba. Dulu cabangnya lebih banyak, sekarang menjadi 11 cabang yang dinilai memiliki potensi besar untuk menghasilkan prestasi di tingkat nasional,” katanya.
Menurut dia, pelaksanaan MTQ dipusatkan di beberapa lokasi di Mamuju. Masjid Syuhada menjadi venue utama untuk cabang tilawah, Masjid Nurul Muttahidah digunakan untuk cabang tahfiz, sementara Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Mamuju menjadi lokasi perlombaan untuk cabang tertentu.
Menurut Murdanil, seluruh persiapan telah dilakukan sejak jauh hari, mulai dari proses registrasi peserta, kesiapan venue, hingga akomodasi bagi seluruh kafilah.
“Kami sudah mempersiapkan semuanya sejak awal, mulai registrasi, venue, hingga akomodasi seluruh peserta,” ungkapnya.
Ia menegaskan, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah antar kafilah dari seluruh kabupaten di Sulbar.
“MTQ bukan hanya arena perlombaan, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. Yang paling penting adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dapat hidup dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Murdanil berharap seluruh rangkaian MTQ XI Sulawesi Barat 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar serta melahirkan kafilah terbaik yang mampu membawa prestasi bagi Sulbar di tingkat nasional. (ajs)







