MBG Tetap Jalan Meski Siswa Mamuju Belajar di Rumah, Makanan Dijemput di Sekolah

oleh

Mamuju, Mesakada.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mamuju,, tetap berjalan meski sejumlah sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kondisi asap yang belum reda. Siswa masih bisa mendapatkan MBG dengan menjemput makanan di sekolah.

Dari total 33 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Mamuju, sembilan di antaranya menghentikan sementara operasional per Selasa (20/10/2026). Sementara sebagian besar lainnya masih beroperasi karena masih ada sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Kepala Seksi Kurikulum SD Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Mamuju, Arfika mengatakan, pelaksanaan PJJ pada hari pertama berjalan lancar sesuai surat edaran yang diterbitkan.

Meski belajar dari rumah, sejumlah siswa tetap mendatangi sekolah untuk mengambil MBG sekaligus menerima atau menyerahkan tugas. Kedatangan siswa berlangsung singkat, sedangkan guru tetap berada di sekolah untuk menjalankan tugas pembelajaran.

Arfika menjelaskan metode PJJ disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah. Sekolah yang memiliki akses internet dapat melaksanakan pembelajaran secara daring, sementara sekolah dengan keterbatasan jaringan menggunakan metode lain untuk menyampaikan materi dan tugas kepada siswa.

Ia mengakui penerapan PJJ juga menghadapi tantangan, terutama dari orang tua yang harus mendampingi anak belajar di rumah. Persoalan akses internet menjadi kendala tersendiri bagi sekolah yang berada di wilayah terpencil.

Wilayah Kalumpang, misalnya, termasuk kawasan yang menghadapi tantangan akses sebagai daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Meski demikian, Disdikpora Mamuju belum menerima laporan lengkap mengenai pelaksanaan PJJ dan kondisi akses internet di seluruh sekolah di wilayah terpencil.

Di tengah kondisi asap yang belum reda, keberlanjutan layanan MBG dan pelaksanaan pembelajaran menjadi dua hal yang perlu dipastikan agar kebutuhan gizi siswa tetap terpenuhi tanpa mengabaikan keselamatan dan kelancaran proses belajar.

Kepala Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Sulawesi Barat, Firazh Ahmadilla, mengatakan operasional sebagian besar SPPG tetap berjalan karena masih terdapat sekolah yang melaksanakan kegiatan belajar secara langsung.

“Sebagian besar masih berjalan karena masih ada sekolah yang masuk,” ujarnya.

Firazh juga mengungkapkan terdapat dua SPPG yang belum beroperasi karena masih menunggu anggaran dari pemerintah pusat. BGN Sulbar, kata dia, terus berkoordinasi dengan BGN pusat agar kendala tersebut segera diselesaikan.

Namun, belum ada penjelasan lebih lanjut apakah dua SPPG yang masih menunggu anggaran tersebut termasuk dalam sembilan SPPG yang menghentikan sementara operasionalnya akibat penerapan PJJ. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.