Mamuju, Mesakada.com — Sekprov Sulbar, Junda Maulana menyebutkan, sektor akomodasi serta penyediaan makan dan minum menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Sulbar pada triwulan I 2026. Karena itu, penyelenggaraan Manakarra Fair 2026 diharapkan semakin mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Junda mengatakan, Manakarra Fair merupakan salah satu dari tiga event Sulawesi Barat yang berhasil masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) setelah melalui proses kurasi nasional yang ketat.
“Dari ratusan event yang dikurasi, tiga event Sulawesi Barat berhasil masuk, yakni Manakarra Fair, Sandeq Silumba, dan Mandar Culture,” kata Junda, di Mall Matos Mamuju, Jumat (10/7/2026).
Ia mengungkapkan, pada penyelenggaraan tahun lalu, Manakarra Fair berhasil meraih predikat terbaik sekaligus mencatatkan transaksi hingga sekitar Rp 4 miliar. Tahun ini, Manakarra Fair mengusung tema kuliner dengan menampilkan beragam makanan khas daerah sebagai daya tarik utama.
“Semoga tahun ini omzetnya juga besar sehingga memberi dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Junda menegaskan, sektor akomodasi dan penyediaan makan minum memiliki peran besar terhadap pertumbuhan ekonomi Sulbar.
“Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat pada triwulan pertama 2026, sekitar 35 persen pertumbuhannya ditopang oleh sektor akomodasi makan dan minum. Artinya, subsektor ini memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan,” jelasnya.
Menurutnya, semakin banyak event berskala nasional digelar di Sulbar, semakin besar pula perputaran ekonomi yang tercipta melalui peningkatan kunjungan wisatawan, okupansi penginapan, hingga konsumsi kuliner.
“Kita berharap Manakarra Fair sukses dan tetap bertahan menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara pada tahun 2027,” tutupnya. (*)





