Majene, Mesakada.com — Peristiwa tragis Kembali menggegerkan masyarakat Majene. Seorang mahasiswi ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya di Lingkungan Lipu, Kecamatan Labuang Utara, Kabupaten Majene, Jumat (20/2/2026).
Menerima laporan warga, personel Polres Majene segera mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Aparat juga mengamankan lokasi serta mengumpulkan keterangan sejumlah saksi untuk memastikan kronologi peristiwa secara objektif.
Di lokasi kejadian, petugas menemukan racun tikus merek Alufos yang diduga digunakan korban. Korban diketahui bernama Siti Nurhalisa (21). Ia pertama kali ditemukan oleh saudari kandungnya, Nurafifah (26).
Menurut keterangan Nurafifah, sekitar pukul 16.30 WITA ia sempat mengetuk pintu kamar korban untuk mengajaknya bersiap berbuka puasa bersama keluarga. Namun tidak ada respons dari dalam kamar. Karena merasa khawatir, ia kembali sekitar pukul 18.10 WITA dan membuka paksa pintu kamar. Korban ditemukan dalam kondisi terbaring kaku.
Dalam keadaan syok, saksi kemudian memanggil anggota keluarga lainnya untuk memastikan kondisi korban.
Berdasarkan keterangan kepada petugas, korban diduga mengonsumsi racun tikus yang sebelumnya dipesan secara daring dan dicampurkan ke dalam minuman yang diminumnya.
Saksi lain, Muhammad Syahrul (30), menyebutkan bahwa korban sebelumnya pernah melakukan percobaan bunuh diri dan sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Banggae I, Kabupaten Majene.
Keterangan keluarga juga menyebutkan korban kerap merasa tertekan setelah pacarnya meninggal dunia dalam peristiwa serupa di Kabupaten Polewali Mandar.
Kondisi psikologis tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tindakan korban.
Meski demikian, pihak keluarga menolak dilakukan visum maupun autopsi di RSUD Majene. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang ditandatangani keluarga.
Pihak kepolisian menyatakan tetap menghormati keputusan keluarga, dan seluruh rangkaian kejadian telah ditangani sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Polres Majene turut mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan mental anggota keluarga dan lingkungan sekitar.
Apabila menemukan tanda-tanda yang mengkhawatirkan, masyarakat diminta segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau melaporkannya kepada pihak berwenang. (*)






