Landcsape Mamuju Kurang Terawat Imbas Anggaran Lebih Banyak ke Pegawai

oleh

Mamuju, Mesakada.com — Taman Literasi Mamuju yang terkesan terbengkalai kini mendapat sorotan dari DPRD Mamuju. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Mamuju pun angkat bicara.

Kepala Dispusip Mamuju, Syarifuddin, mengakui pemeliharaan kawasan landscape belum berjalan maksimal akibat keterbatasan anggaran operasional yang hingga kini belum dapat digunakan.

Menurutnya, sebagian besar anggaran Dispusip bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU), sementara alokasi APBD murni lebih banyak digunakan untuk belanja pegawai.

“Anggaran kami cukup terbatas. Sebagian besar bersumber dari DAU. Bahkan sampai sekarang ada beberapa kebutuhan operasional yang tertunda, termasuk untuk kebersihan,” ujar Syarifuddin, Selasa (9/6/2026).

Ia menjelaskan pemeliharaan kawasan membutuhkan dukungan operasional seperti penggunaan dan perawatan alat hingga kebutuhan bahan bakar. Namun anggaran untuk kegiatan tersebut belum cair sejak awal tahun.

“Anggaran untuk kegiatan tersebut sampai hari ini belum cair. Padahal petugas membutuhkan biaya operasional, termasuk perawatan alat dan penyediaan bahan bakar. Karena itu pemeliharaan belum bisa berjalan maksimal sejak Januari hingga sekarang,” katanya.

Padahal, kawasan perpustakaan dan taman literasi tersebut memiliki tingkat pemanfaatan yang cukup tinggi. Dispusip mencatat rata-rata kunjungan perpustakaan mencapai lebih dari 100 orang per hari. Selain untuk membaca, area tersebut juga sering digunakan sekolah dan komunitas untuk berbagai kegiatan literasi. (fan)

No More Posts Available.

No more pages to load.