Ketua Koalisi Sukri Sebut Dirga Tak Terbiasa Rapat di Level Koalisi Partai

oleh

Sukri juga membantah anggapan bahwa NasDem tidak didengarkan dalam rapat. Menurutnya, pendapat yang berbeda bukan berarti tidak diberikan ruang.

“Dia merasa tidak mau didengarkan. Maksudnya itu tidak mau didengarkan itu karena teman-teman lain punya pendapat berbeda. Nah saya sebagai moderator itu posisinya bagaimana kalau seperti itu? Nah itu yang saya sedikit merasa bahwa ini terlalu dibuatkan dramanya,” ujar Sukri.

Ia bahkan mempertanyakan kekhawatiran NasDem mengenai kemungkinan voting. Menurut Sukri, tidak pernah ada keputusan untuk melakukan voting dalam rapat tersebut.

“Katakanlah misalnya dia bilang tidak boleh ada voting. Siapa bilang ada voting di sana? Kenapa dia tahu bahwa ada voting di sana? Nah dia keluar di ruangan. Dan apa benar terjadi voting? Kan tidak ada voting di sana,” tegasnya.

Sukri menilai aksi walk out NasDem semakin tidak beralasan karena rapat belum sampai pada tahapan menentukan calon yang akan diusulkan. Menurutnya, saat itu pembahasan masih berkutat pada persoalan hak partai pengusung dalam mengajukan calon Wakil Gubernur Sulbar.

“Kan saya tanya satu-satu itu siapa yang ada calonnya? Ternyata cuma dua. Seandainya dia tinggal berarti ada tiga calon,” ujarnya.

Dua partai yang saat itu telah memiliki nama calon, kata Sukri, adalah Demokrat dan PKS. Karena itu, apabila NasDem tetap berada dalam forum dan mengajukan calon, masih terbuka kemungkinan nama tersebut ikut dibahas.

“Kan boleh jadi kesepakatannya kita kirim tiga-tiganya ke gubernur. Atau boleh juga tergantung kesepakatannya, kan saya hanya pimpinan rapat. Dua saja kita kirim ke sebelah,” katanya.

Sukri menegaskan dirinya tidak memiliki kewenangan untuk menentukan calon secara sepihak. Semua keputusan, kata dia, harus melalui kesepakatan partai-partai pengusung.

“Bahwa apakah itu misalnya calonnya Demokrat yang diusung ke sebelah atau misalnya NasDem atau PKS ini soal mereka ini. Termasuk NasDem soal partai pengusung ini. Kan harusnya di situ konteksnya kalau saya,” ujarnya.

Ia juga membantah adanya keputusan yang diambil secara terburu-buru dalam rapat tersebut. Sukri mengatakan dirinya telah meminta persetujuan seluruh tujuh partai terkait dasar kepesertaan dalam proses pengusulan calon Wakil Gubernur Sulbar. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.