Mamuju, Mesakada.com — Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamuju menggelar program Jaksa Masuk Pesantren di Muhammadiyah Boarding School (MBS) At-Tanwir Mamuju, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kejari Mamuju meningkatkan kesadaran dan pemahaman hukum di kalangan pelajar dan santri, khususnya terkait berbagai persoalan yang dapat mengancam keamanan di lingkungan pendidikan.
Penyuluhan tersebut mengangkat tema Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual, Bullying, dan Bahaya Narkotika. Kegiatan dihadiri Kepala Kejari Mamuju, Fitri Zulfahmi. Materi disampaikan Kepala Seksi Intelijen Kejari Mamuju, Angga Saputra, bersama Kasubsi II Intelijen, Romauli Sirait.
Dalam penyuluhan, para santri diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk kekerasan seksual dan perundungan, bahaya penyalahgunaan narkotika, hingga langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi atau mengetahui adanya persoalan hukum.
Kejari Mamuju juga mendorong para santri untuk tidak takut berbicara dan melapor ketika mengalami maupun menyaksikan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain.
Melalui program Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Mamuju berharap pemahaman hukum para santri semakin meningkat. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan pesantren yang aman, sehat, disiplin, serta bebas dari kekerasan, bullying, dan penyalahgunaan narkotika. (*)






