Ipenk, Hidupkan Ruang Kreatif Mamuju

oleh

Di rumah, ia kembali menjadi anak yang sederhana, pendiam, dan penuh perhatian. Kedekatan itu menjadi sumber nilai dan pegangan hidupnya.

“Di luar boleh ketawa dan bercanda, tapi rumah tetap tempat saya pulang dan belajar rendah hati,” tuturnya.

Di tongkrongan, cerita tentang Ipenk hampir selalu sama, kalau ada dia, suasana pasti hidup. Ia dikenal sebagai orang paling lucu, dengan candaan yang mengalir tanpa dibuat-buat.

Obrolan jadi panjang, tawa sering pecah, dan suasana jadi lebih akrab. Banyak yang bilang, tongkrongan tanpa Ipenk rasanya kurang lengkap.

Kini, Ipenk juga mulai memantapkan diri untuk melangkah ke fase hidup yang lebih serius. Pria Manding kelahiran 19 April 1994 ini telah berencana melepas masa lajangnya, sebagai bentuk kesiapan menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab, baik dalam kehidupan keluarga maupun perjalanan kariernya.

Sebagai alumni Universitas Al Asyariah Mandar, Ipenk juga menyimpan harapan besar terhadap masa depan dunia kreatif di Sulawesi Barat, khususnya Mamuju. Ia berharap para pelaku seni dan kreator lokal terus berkarya, tidak cepat puas, dan berani bermimpi besar.

Baginya, hari ini dunia kreatif sudah menjadi salah satu barometer kemajuan daerah.

“Kalau senimannya hidup, acaranya jalan, ruang ekspresinya ada, itu tanda daerahnya bergerak,” katanya.

Kini, hampir tak ada yang tak mengenal Ipenk di Mamuju. Lebih dari sekadar MC atau jurnalis, Ipenk adalah bagian dari denyut kreatif Mamuju yang telah menghidupkan panggung, meramaikan tongkrongan, dan menjaga semangat kolaborasi agar dunia kreatif Mamuju terus tumbuh. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.