Mamasa, Mesakada.com — Puskesmas Mamasa mengungkapkan penyakit hipertensi sebagai salah satu penyakit yang paling banyak ditangani di awal tahun 2026, selain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kondisi ini menandai pergeseran pola penyakit yang diderita masyarakat, dari yang sebelumnya didominasi penyakit menular, kini beralih ke penyakit tidak menular.
Fenomena tersebut menjadi perhatian serius tenaga kesehatan. Jika beberapa tahun lalu penyakit menular masih mendominasi kunjungan pasien, kini hipertensi justru menempati posisi teratas. Perubahan ini mencerminkan perubahan gaya hidup dan pola konsumsi masyarakat yang semakin berisiko terhadap kesehatan jangka panjang.
Kepala Puskesmas Mamasa, Maryam menjelaskan, tingginya angka penderita hipertensi tidak terlepas dari faktor pola makan dan gaya hidup masyarakat.
“Dari 10 penyakit tang ditangani Puskesmas Mamasa, itu teratas penyakit Hipertensi,” kata Maryam, Rabu (4/2/2026).
Konsumsi makanan tinggi garam dan lemak, kurangnya aktivitas fisik, serta kebiasaan hidup yang tidak sehat, dianggap menjadi pemicu utama meningkatnya kasus tekanan darah tinggi.
Meski demikian, Puskesmas Mamasa tidak tinggal diam. Berbagai upaya pencegahan terus dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat, sekaligus mencegah masyarakat terjerat penyakit kronis seperti hipertensi.





