Mamasa, Mesakada.com — Empat warga sempat terjebak di tengah kobaran api saat berupaya membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Rambu Saratu, Kecamatan Mamasa. Keempat warga tersebut terjebak ketika api yang membakar semak belukar dan pohon pinus tiba-tiba menjalar ke arah Dusun Pa’to.
Kejadian bermula pada Jumat (2/10/2026) sore. Mereka saat itu berada di sekitar sebuah bangunan sekolah yang baru dibangun. Situasi menjadi kritis sekitar pukul 18.00 WITA. Kobaran api yang menyebar cepat membuat keempat warga kesulitan keluar dari lokasi.
Personel Polres Mamasa bersama tim gabungan yang terdiri dari TNI, BPBD Kabupaten Mamasa, dan warga kemudian bergerak melakukan evakuasi. Tim berhasil mencapai lokasi dan mengevakuasi keempat warga sekitar pukul 18.30 WITA.
Proses evakuasi berhasil diselesaikan pada pukul 18.37 WITA. Keempat warga selamat dan tidak mengalami luka-luka.
Mereka masing-masing Bonga Langi (64), Demianus (44), Semel (53), dan Abner (34). Keempatnya diketahui bekerja sebagai petani atau pekebun.
Kebakaran sebelumnya dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.30 WITA di Dusun Kole, Desa Rambu Saratu. Api membakar area perbukitan berupa lahan nonproduktif seluas kurang lebih lima hektare yang ditumbuhi semak belukar dan pohon pinus.
Lokasi kebakaran berjarak ratusan meter dari permukiman padat penduduk. Akses menuju lokasi masih dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, namun medan di sekitar titik api menyulitkan proses pemadaman.
Dugaan sementara, kebakaran berkaitan dengan kelalaian warga saat membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Namun, dugaan tersebut masih dalam penyelidikan dan belum menjadi kesimpulan resmi penyebab kebakaran.
Hingga berita ini disusun, api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Tim gabungan masih berupaya mengendalikan kobaran api dan mencegah penyebarannya ke wilayah yang lebih luas.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara itu, kerugian materiil akibat kebakaran masih dalam proses pendataan. (*)





