Bontang, Mesakada.com – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang memaparkan empat layanan utama bidang pertanian dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) 2026. Forum ini menjadi sarana untuk menjelaskan mekanisme pelayanan hingga persyaratan pengajuan bantuan bagi petani.
Empat layanan tersebut meliputi permohonan pupuk bersubsidi, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), pendaftaran kelompok tani, serta pendampingan kelompok tani. Pemaparan ini diharapkan membantu masyarakat memahami prosedur pelayanan agar pengajuan bantuan sesuai ketentuan.
Kepala Bidang Pertanian DKP3 Bontang, Al-Fadli, menegaskan pengajuan bantuan pertanian tidak bisa hanya berdasarkan permohonan. Setiap pengajuan harus memenuhi persyaratan administrasi dan memiliki dasar kebutuhan yang jelas.
“Tidak semata-mata kita memohon langsung diberikan pupuknya, tapi ada syarat-syaratnya dan ada dasarnya,” jelas Fadli, Selasa (13/10/2026).
Khusus pupuk bersubsidi, petani harus tergabung dalam kelompok tani yang terdata melalui Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan). Selain itu, komoditas yang dibudidayakan harus memenuhi ketentuan penerima subsidi.
Sementara itu, permohonan bantuan alsintan juga harus melalui proses identifikasi dan verifikasi terhadap calon penerima, lokasi, serta kebutuhan peralatan. Jenis bantuan yang dapat diajukan meliputi cultivator atau hand tractor, handsprayer, kendaraan roda tiga, alat tanam jagung, alat pemipil jagung, hingga pompa air.
“Yang penting sebenarnya kebutuhan dari Bapak-bapak, Ibu-ibu semuanya, petani-petani ini,” ujarnya.
Menurut Fadli, pendataan kebutuhan petani menjadi pertimbangan penting dalam menyusun rencana bantuan. Pemerintah perlu memastikan peralatan yang diberikan sesuai dengan kondisi pertanian sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal.
Selain pelayanan bantuan, DKP3 Bontang juga memfasilitasi pendaftaran dan pendampingan kelompok tani. Kelompok yang belum terdaftar dalam Simluhtan dapat memperoleh bantuan proses administrasi melalui penyuluh pertanian maupun dinas terkait.
Pendampingan kelompok tani turut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, mulai dari penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, pengendalian hama, hingga penguatan administrasi kelompok. Melalui forum konsultasi publik tersebut, DKP3 Bontang menekankan pentingnya kesesuaian antara perencanaan bantuan pemerintah dan kebutuhan petani agar program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat. (ADV)







