Disbun Sulbar Sebut Serangan Ulat Api di Kebun Sawit Masih dalam Kendali

oleh

Mateng, Mesakada.com – Serangan ulat api yang sempat melanda perkebunan kelapa sawit di Desa Tinali, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) sejak 2023, kini kembali menjadi perhatian serius Dinas Perkebunan (Disbun) Sulbar. Hama yang sempat mencapai tingkat eksplosi pada tahun lalu itu disebut telah menimbulkan kerugian signifikan bagi petani.

Kepala Bidang Perlindungan Perkebunan Disbun Sulbar, Hartati Pawelloi menegaskan, pihaknya bersama tim melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pada Rabu (24/9/2025) untuk memastikan serangan masih terkendali.


“Disbun Sulbar bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Mamuju Tengah akan mengawal perkembangan serangan ulat api ini untuk meminimalisir potensi kerugian hasil perkebunan para petani,” kata Hartati.

Berdasarkan hasil monev, kondisi tahun 2024 menunjukkan pemulihan yang baik setelah eksplosi besar di 2023. Sementara tahun 2025, serangan ulat api masih terjadi namun dalam ambang batas kendali.

Perwakilan Regu Pengendali OPT (RPO), Suprapto, menyebut eksplosi pada 2023 dipicu kelengahan petani dalam mengantisipasi serangan hama.


“Serangan pada tahun 2023 tergolong lambat ditangani karena merupakan kejadian eksplosi pertama, petani masih belum waspada. Saat sudah besar barulah dilaporkan dan ditangani,” jelasnya.

Ia mengapresiasi perhatian Direktorat Perlindungan Perkebunan Kementerian Pertanian, Disbun Sulbar, dan Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah yang cepat tanggap dalam penanganan. Namun, ia juga berharap dukungan tambahan sarana dan prasarana pengendalian, khususnya alat pelindung diri (APD).


“Kami masih waspada hingga saat ini, dan kami berharap bantuan APD lengkap agar pengendalian bisa lebih aman,” ujarnya.

Serangan ulat api ini menjadi salah satu fokus dukungan Disbun Sulbar terhadap misi Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan, khususnya di sektor perkebunan. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.