Dinkes Klaim Angka Kematian Ibu di Mamuju Turun Drastis, Hanya Satu Kasus Sepanjang 2025

oleh

Mamuju, Mesakada.com – Kabupaten Mamuju mencatat capaian membanggakan dalam penanganan kesehatan ibu. Hingga Agustus 2025, angka kematian ibu hanya tercatat satu kasus, jauh menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai sembilan kasus.

Keberhasilan ini tak lepas dari berbagai inovasi yang dilakukan Dinas Kesehatan Mamuju bersama seluruh Puskesmas. Salah satu strategi utama adalah penerapan Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMP-SR), sistem siklus berkelanjutan untuk menganalisis kematian serta kesakitan ibu dan bayi.

Melalui mekanisme ini, setiap kasus yang terjadi dibedah secara mendalam guna menemukan penyebab, merumuskan rekomendasi, sekaligus memastikan tindak lanjut perbaikan agar kejadian serupa tak terulang.

Implementasi AMP-SR di Mamuju turut diperkuat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik 2025, yang difokuskan untuk meningkatkan kapasitas layanan kesehatan ibu dan anak, baik di Puskesmas maupun rumah sakit.

Capaian tersebut dibahas dalam Evaluasi Program Kesehatan Ibu dan Anak yang berlangsung di Hotel Marannu, Mamuju, pada 25–27 Agustus 2025. Forum ini menjadi ruang evaluasi capaian, identifikasi tantangan, sekaligus penyusunan strategi lanjutan dalam menekan angka kematian ibu dan anak.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, mengapresiasi kerja keras tenaga kesehatan dan lintas sektor.
“Penurunan kasus kematian ibu menjadi salah satu Quick Wins Sulbar Sehat sebagaimana arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga, untuk mewujudkan Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera,” tegasnya.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi tenaga kesehatan untuk terus memperkuat pelayanan, memperluas akses ibu hamil terhadap layanan kesehatan, serta memastikan setiap persalinan berlangsung aman dan selamat.

No More Posts Available.

No more pages to load.