Bupati Sutinah Kirim 53 Ton Air dan Beras ke Balabalakang

oleh

Mamuju, Mesakada.com – Pemerintah Kabupaten Mamuju bersama Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Mamuju mengirim bantuan pangan dan air bersih untuk masyarakat Kecamatan Balabalakang yang terdampak kemarau panjang. 

Bantuan tahap kedua tersebut dilepas langsung Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi bersama Komandan Lanal Mamuju Letkol Laut (P) Gigih Aptya Anggara di Pangkalan TNI Angkatan Laut Mamuju, Jalan Arteri Nomor 1, Rangas, Kecamatan Simboro dan Kepulauan, Minggu (13/9/2026).

Sutinah mengatakan, pengiriman bantuan tersebut merupakan langkah taktis pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Balabalakang yang menghadapi krisis air bersih sekaligus tekanan terhadap ketersediaan pangan akibat musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.

“Ini adalah kerja kolaborasi, kita tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah Kabupaten Mamuju mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada TNI Angkatan Laut dan semua pihak yang telah mendukung penyaluran bantuan ini,” tutur Sutinah.

Adapun bantuan yang dikirim terdiri dari Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) sebanyak 5.570 kilogram atau 5,57 ton beras, serta Bantuan Pangan Nasional sebanyak 8.700 kilogram atau 8,7 ton beras. Selain pangan, Pemkab Mamuju juga mengirim 53 ton air bersih, disertai tandon air dan jeriken untuk menunjang kebutuhan warga di wilayah kepulauan tersebut.

Menurut Sutinah, kondisi kemarau yang berlangsung panjang tidak dapat ditangani pemerintah secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan kerja sama lintas sektor agar masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau tetap mendapatkan bantuan dan pendampingan. Ia pun memberikan apresiasi kepada Lanal Mamuju yang dinilai responsif dalam membantu proses pengiriman bantuan ke Balabalakang, wilayah kepulauan Mamuju yang berada cukup dekat dengan Pulau Kalimantan.

“Penanganan kemarau yang cukup panjang ini membutuhkan kerja sama lintas sektor dan kolaborasi yang baik antarsemua pihak, sehingga masyarakat tetap dapat merasakan pendampingan dalam menghadapi situasi sulit,” kata Sutinah.

Sementara itu, Danlanal Mamuju Letkol Laut (P) Gigih Aptya Anggara mengatakan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memastikan distribusi bantuan ke wilayah terluar dapat berjalan dengan baik.

Ia berharap seluruh logistik yang dikirim dapat sampai dengan aman, lancar, dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Sinergi seperti inilah yang menjadi kunci dalam pembangunan ketahanan wilayah pesisir,” ujar Gigih.

Bantuan tersebut bersumber dari penggunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemkab Mamuju dan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Balabalakang selama menghadapi dampak kemarau.

Tak hanya mengandalkan bantuan darurat, Pemkab Mamuju juga menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengatasi persoalan air bersih di wilayah kepulauan tersebut. Pemerintah daerah berencana menjajaki pembangunan sumur bor dengan kedalaman hingga ratusan meter.

Rencana tersebut akan dilakukan dengan menggandeng TNI untuk mencari sumber air tawar yang dapat dimanfaatkan masyarakat Balabalakang secara berkelanjutan, sehingga kebutuhan air bersih tidak terus bergantung pada pengiriman bantuan dari daratan.

Saya bisa buatkan juga versi lebih menohok ala Mesakada.com, dengan lead yang langsung menyoroti warga Balabalakang yang harus dikirimi 53 ton air karena krisis air bersih.

No More Posts Available.

No more pages to load.