Bupati Sutinah Harap SE 2026 Perkuat Data 5.339 UMKM Mamuju

oleh

Mamuju, Mesakada.com – Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, menegaskan pentingnya pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 sebagai upaya memperoleh data yang akurat untuk mendukung pengembangan usaha dan pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Sutinah, sensus yang akan dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik tersebut bukan sekadar pendataan administratif, melainkan fondasi utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang tepat sasaran.

“Sensus Ekonomi 2026 ini bukanlah sekadar pendataan administratif biasa. Sensus ini adalah pondasi utama bagi kita dalam merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi serta mengendalikan pembangunan ekonomi kita ke depan,” kata Sutinah, di Kantor Bupati Mamuju, Senin (15/6/2026). 

Ia menjelaskan, saat ini di Mamuju memiliki sekitar 5.339 UMKM yang tersebar di berbagai sektor usaha. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya peran UMKM sebagai penggerak ekonomi masyarakat sekaligus menjadi salah satu sektor yang membutuhkan dukungan kebijakan berbasis data yang akurat.

“Sesuai data, jumlah UMKM yang ada di seluruh Kabupaten Mamuju berjumlah sekitar 5.339 UMKM, baik usaha mikro, kecil maupun menengah,” ujarnya.

Karena itu, Sutinah berharap pelaksanaan SE 2026 mampu menghasilkan data yang lebih lengkap dan mutakhir mengenai kondisi usaha di daerah. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun program pembinaan UMKM, membuka akses pasar yang lebih luas, hingga memperkuat akses permodalan bagi pelaku usaha.

“Dengan data yang valid, saya selaku bupati dapat mengambil kebijakan berbasis data yang tepat sasaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, merencanakan program pembinaan UMKM, menarik investasi hingga membangun infrastruktur yang lebih akurat,” tuturnya.

Menurutnya, hasil sensus juga akan memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha. Bantuan pemerintah dapat disalurkan lebih tepat sasaran, peluang kemitraan dan pasar semakin terbuka, akses terhadap layanan perbankan lebih mudah, serta regulasi yang disusun pemerintah daerah dapat lebih mendukung perkembangan dunia usaha.

Sutinah menambahkan bahwa tantangan ekonomi saat ini semakin kompleks akibat perubahan dinamika ekonomi global dan pesatnya digitalisasi usaha. Oleh sebab itu, pemerintah membutuhkan data ekonomi yang lengkap dan berkualitas agar dapat merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat, pelaku usaha, serta jajaran pemerintah hingga tingkat desa untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar dan lengkap kepada petugas sensus.

“Sensus Ekonomi adalah milik kita semua. Mari kita kawal bersama kelancaran kegiatan ini dengan benar. Ini adalah langkah besar kita untuk mewujudkan kemandirian perekonomian bangsa, demi Indonesia, Provinsi Sulawesi Barat yang sejahtera dan Kabupaten Mamuju yang semakin keren,” pungkasnya. (ajs)

No More Posts Available.

No more pages to load.