Bupati Samsul Klaim Tidak Cawe-Cawe di Pilkades Polman

oleh

Polewali, Mesakada.com – Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak 2026 di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), akan diikuti 77 desa. Bupati Polman, Samsul Mahmud menegaskan tidak akan melakukan cawe-cawe atau intervensi dalam pelaksanaan pesta demokrasi di tingkat desa tersebut.

Penegasan itu disampaikan Samsul saat menghadiri malam ramah tamah dalam rangka perayaan HUT ke-81 RI di Kecamatan Luyo, Senin (31/8/2026) malam. Samsul mengatakan, seluruh pihak yang ingin mengikuti kontestasi Pilkades dipersilakan berkompetisi secara sehat dan demokratis. Ia memastikan pemerintah daerah tidak akan mengarahkan ataupun menitipkan calon tertentu.

“Yang akan ikut kontestasi Pilkades silakan ikut berkompetisi dengan sehat. Kami tidak akan cawe-cawe pada Pilkades,” kata Samsul Mahmud.

Menurut dia, proses seleksi calon kepala desa harus berjalan berdasarkan mekanisme dan persyaratan yang telah ditetapkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Polman. Ia bahkan telah meminta Kepala Dinas PMD memastikan proses seleksi dilakukan secara baik dan sesuai ketentuan.

“Saya sudah sampaikan sama Kepala Dinas PMD, seleksi dengan baik. Kalau sepanjang calon lima itu bisa masuk, saya rasa tidak ada yang dikurangi. Kecuali kalau enam, ya harus gugur satu orang. Kalau misalnya tujuh, ya gugur dua,” ujarnya.

Samsul menegaskan, jumlah calon yang dinyatakan memenuhi syarat maupun yang harus tersaring nantinya harus berdasarkan mekanisme yang berlaku, bukan karena kedekatan dengan kepala daerah. Ia juga menjamin informasi mengenai penentuan calon yang lolos maupun tidak lolos dapat diketahui secara terbuka oleh masyarakat.

“Kami menyampaikan dan meyakinkan kepada kita semua bahwa penentuan lolosnya atau tidaknya calon kepala desa itu informasinya terbuka,” kata dia.

Samsul sekaligus membantah anggapan bahwa akan ada calon kepala desa tertentu yang mendapatkan dukungan khusus darinya. Ia juga meminta seluruh bakal calon kepala desa tidak menjadikan kedekatan dengan pejabat sebagai modal utama dalam kontestasi.

“Tidak ada dibilang calon ini orangnya Bupati. Bertarunglah secara demokratis,” pesannya.

Menurutnya, setiap kandidat harus bertarung dengan mengedepankan aturan, gagasan, dan dukungan masyarakat. Bupati berharap Pilkades serentak 2026 di 77 desa dapat menjadi momentum untuk memperkuat demokrasi di tingkat desa. Karena itu, seluruh tahapan mulai dari seleksi calon hingga pemungutan suara diminta berjalan terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kita berharap kontestasi Pilkades 2026 ini akan berjalan dengan sangat demokratis, terbuka, transparan, akuntabel dan insya Allah bisa dipertanggungjawabkan,” pungkasnya. (ifn/ajs)

No More Posts Available.

No more pages to load.