Mamuju, Mesakada.com — Pemkab Mamuju melakukan transplantasi 213 fragmen terumbu karang di Pulau Karampuang, sebagai upaya memulihkan ekosistem laut sekaligus implementasi tema Hari Jadi Mamuju ke-486, “Mamuju Marendeng” yang bermakna keren, adaptif, efisien, dan tangguh.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi, didampingi Wakil Bupati Yuki Permana serta diikuti unsur Forkopimda, perwakilan Bank Indonesia, Danlanal Mamuju, jajaran OPD, komunitas lingkungan, hingga masyarakat setempat, Sabtu (11/7/2026).
Sutinah mengatakan tema Hari Jadi Mamuju tahun ini, “Mamuju Marendeng” yang berarti keren, adaptif, efisien, dan tangguh, tidak hanya dimaknai dari sisi pembangunan fisik maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga melalui komitmen menjaga kelestarian lingkungan.
Menurutnya, aksi transplantasi karang merupakan implementasi nyata semangat adaptif dan tangguh dalam menghadapi tantangan perubahan iklim serta dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem laut.
“Memulihkan karang yang rusak adalah investasi masa depan bagi anak cucu kita agar mereka tetap bisa menikmati indahnya laut Mamuju yang lestari,” ujar Sutinah.
Ia menegaskan, upaya restorasi lingkungan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, swasta, hingga komunitas lingkungan agar rehabilitasi ekosistem laut berjalan berkelanjutan.
Sutinah juga mengapresiasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, perangkat daerah terkait, komunitas penyelam, pecinta alam, serta masyarakat Pulau Karampuang yang telah menginisiasi dan mendukung aksi tersebut.
Ia mengajak masyarakat menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai budaya dengan menghentikan aktivitas yang merusak laut, tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan pesisir, serta mendukung program rehabilitasi ekosistem laut.
Sementara itu, Ketua Panitia, Hamzah Yunus, menjelaskan aksi transplantasi tahun ini menargetkan penanaman 213 fragmen karang menggunakan media spider web. Penanaman dilakukan dalam dua tahap, yakni 160 fragmen yang telah ditanam bersama masyarakat dan 63 fragmen yang ditanam pada kegiatan puncak hari jadi Mamuju. (*).







