Mamuju, Mesakada.com — Struktur ketenagakerjaan di Sulawesi Barat masih didominasi pekerjaan informal. Kondisi ini berjalan beriringan dengan rendahnya tingkat pendidikan sebagian besar penduduk bekerja, menurunnya proporsi pekerja penuh waktu, serta meningkatnya angka pengangguran dalam dua tahun terakhir.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar mencatat, sebanyak 555,23 ribu orang atau 69,33 persen dari total penduduk bekerja pada Agustus 2026 berada di sektor informal. Sementara pekerja formal hanya 245,61 ribu orang atau 30,67 persen.
“Kondisi tersebut memperlihatkan sebagian besar tenaga kerja di Sulbar masih menggantungkan penghidupan pada pekerjaan informal, mulai dari berusaha sendiri, pekerja bebas, hingga pekerja keluarga yang tidak dibayar,” kata Kepala BPS Sulbar, Suri Handayani, Kamis (5/11/2026).
Dari sisi pendidikan, BPS mencatat 43,72 persen penduduk bekerja di Sulbar merupakan tamatan SD ke bawah. Angka ini menjadi kelompok terbesar dibandingkan jenjang pendidikan lainnya. Sementara penduduk bekerja dengan pendidikan Diploma IV, S1, S2, hingga S3 hanya mencapai 12,73 persen.
Persentase pekerja tamatan SD ke bawah tersebut meningkat 2,98 poin persentase dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 40,74 persen. Kondisi ini menunjukkan besarnya porsi tenaga kerja dengan tingkat pendidikan dasar di tengah dominasi pekerjaan informal.
Persoalan lainnya terlihat dari komposisi jam kerja. Persentase pekerja penuh, yakni penduduk yang bekerja minimal 35 jam per minggu, turun dari 53,80 persen pada Agustus 2025 menjadi 50,53 persen pada Agustus 2026.
Sebaliknya, pekerja tidak penuh meningkat dari 46,20 persen menjadi 49,47 persen. Jumlahnya mencapai 396,21 ribu orang, terdiri atas 115,80 ribu setengah penganggur dan 280,42 ribu pekerja paruh waktu.
Jika dibandingkan Agustus 2024, persentase pekerja penuh juga mengalami penurunan dari 53,40 persen menjadi 50,53 persen pada 2026. Artinya, hampir separuh penduduk bekerja di Sulbar memiliki jam kerja di bawah 35 jam per minggu.
Di sisi lain, jumlah penganggur justru terus bertambah. BPS mencatat pengangguran pada Agustus 2024 sebanyak 20,87 ribu orang, meningkat menjadi 23,60 ribu orang pada 2025, dan kembali naik menjadi 24,21 ribu orang pada Agustus 2026.
Kenaikan tersebut membuat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sulbar bergerak dari 2,68 persen pada 2024 menjadi 2,86 persen pada 2025 dan 2,93 persen pada 2026.
Berdasarkan jenjang pendidikan, TPT tertinggi justru tercatat pada kelompok tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yakni 5,28 persen. Disusul tamatan SMA sebesar 4,60 persen, Diploma I/II/III sebesar 3,11 persen, serta Diploma IV hingga S3 sebesar 3,56 persen. Sementara TPT terendah berada pada kelompok pendidikan SD ke bawah sebesar 1,77 persen.
Dari sisi lapangan usaha, pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi sektor penyerap tenaga kerja terbesar dengan 379,66 ribu orang atau 47,41 persen. Disusul perdagangan besar dan eceran sebanyak 108,29 ribu orang atau 13,52 persen. (*)







