Mamuju, Mesakada.com – Kepala Bapperida Sulawesi Barat, Junda Maulana, menegaskan pentingnya penguatan iklim investasi untuk menopang pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Hal itu ia sampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Badko HMI Sulbar di Caffe DAP Mamuju, Selasa (23/9/2025).
Menurut Junda, sejak 2019 sistem Online Single Submission (OSS) telah memfasilitasi 71.319 penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), mayoritas dari pelaku UMK serta sektor perdagangan, makanan, dan industri rumah tangga.
“Ini menunjukkan minat investasi di Sulbar cukup tinggi, terutama di sektor riil yang menyentuh langsung masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan tantangan fiskal masih menjadi pekerjaan rumah besar. Data menunjukkan rata-rata pertumbuhan pendapatan daerah 2020–2024 tercatat -1,07%, meski Pendapatan Asli Daerah (PAD) tumbuh positif 8,05%.
“PAD yang kuat memberi ruang fiskal untuk program prioritas, sementara investasi yang terkelola baik menciptakan basis ekonomi berkelanjutan. Keduanya harus berjalan beriringan,” tegasnya.
Ia menambahkan, dengan kontribusi PAD hanya 27,14% dari total penerimaan daerah, Sulbar perlu berinovasi agar investasi bisa memberi nilai tambah nyata bagi pertumbuhan ekonomi.
“Kuncinya kolaborasi lintas sektor dan keberanian mengambil peluang,” kata Junda. (*)






