Jakarta, Mesakada.com — Upaya memperkenalkan budaya daerah terus digencarkan Anjungan Sulawesi Barat di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat), anak-anak Jakarta kini aktif belajar seni tari dan musik tradisional khas Sulawesi Barat secara rutin setiap pekan.
Program ini menjadi ruang interaksi budaya, di mana generasi muda ibu kota tidak hanya mengenal, tetapi juga langsung mempraktikkan kekayaan tradisi Sulbar. Dengan bimbingan pelatih seni dari anjungan serta dukungan Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat, para peserta diajarkan mulai dari gerakan dasar tari hingga teknik memainkan alat musik tradisional secara bertahap dan interaktif.
Antusiasme anak-anak Jakarta terlihat jelas dalam setiap sesi latihan. Mereka mengikuti setiap tahapan dengan semangat, menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap budaya yang sebelumnya mungkin belum mereka kenal.
Kegiatan ini tidak sekadar pelatihan seni, tetapi juga menjadi sarana penting menanamkan kecintaan terhadap budaya Nusantara sejak dini. Di tengah arus modernisasi, langkah ini dinilai strategis untuk memastikan budaya Sulawesi Barat tetap dikenal dan diwariskan lintas daerah, bahkan hingga ke ibu kota.
Program tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan daerah melalui Panca Daya yang diusung Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia yang berkarakter dan berakar pada nilai budaya lokal.
Kepala Sub Bidang Promosi Informasi dan Investasi Daerah, Nurul Farasmy, menegaskan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi sarana promosi daerah di tingkat nasional.
“Melalui diklat ini, kami ingin memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Sulawesi Barat kepada generasi muda di Jakarta sekaligus mendorong peningkatan daya tarik daerah,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).
Salah satu peserta mengaku senang bisa terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut pengalaman belajar ini membuka wawasannya terhadap budaya daerah.
“Saya senang sekali bisa belajar tari dan musik tradisional. Selain seru, saya juga jadi tahu budaya dari Sulawesi Barat,” tuturnya. (rls)





