Ada Buaya di Lokasi Pencarian Korban Hilang di Pantai Lumu, Tim SAR Tak Bisa Lakukan Penyelaman

oleh
Tim SAR korban hilang di Pantai Lumu, Budong-Budong, Mateng.

Mateng, Mesakada.com — Pencarian korban tenggelam, Wawan Kurniawan (16) memasuki hari ke empat. Tim SAR menghadapi berbagai kendala, salah satunya keberadaan buaya di lokasi pencarian.

Faktor ini membuat tim penyelam tidak bisa turun ke air, sehingga pencarian hanya mengandalkan peralatan bawah air dan pemantauan dari permukaan. 

Tim SAR membagi operasi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU), menggunakan dua unit rubber boat milik Basarnas dan BPBD Mateng, satu unit drone thermal, serta perahu katinting. Pencarian dilakukan sesuai ploting area yang telah direncanakan. 

Namun, selain ancaman predator, tim juga menghadapi kendala lain, seperti cuaca yang berubah-ubah, pertemuan arus, pasang surut air di jam tertentu, hingga rip current. Kedalaman lokasi yang diduga menjadi titik tenggelam korban mencapai 200 meter, membuat penggunaan alat bawah air tidak optimal.

“Air laut semakin keruh menjelang tengah hari hingga sore, ditambah ombak cukup besar,” ujar salah satu anggota tim SAR di lokasi, Jumat 7 Maret 2025.

Faktor angin kencang juga membatasi pemanfaatan drone thermal. “Pagi hari drone bisa terbang hingga 328 feet, tapi siang hingga sore hanya mampu di ketinggian 98-164 feet,” tambahnya. 

Setelah pencarian sepanjang hari, hasil masih nihil. Tim SAR memutuskan menghentikan operasi sementara dan akan melanjutkan pencarian keesokan hari dengan strategi yang sama, tetap membagi tim ke dalam empat SRU dan menyesuaikan dengan kondisi lapangan. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.