600 Ribu Batang Benih Kakao dari Pasangkayu Siap Disalurkan

oleh

Pasangkayu, Mesakada.com – Dinas Perkebunan (Disbun) Sulbar melalui UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Pengujian Mutu Benih Perkebunan melakukan monitoring dan pengawasan pembibitan kakao di Desa Benggaulu, Kecamatan Dapurang, Kabupaten Pasangkayu, Senin (3/8/2026). Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan mutu benih sekaligus mengawal kesiapan 600 ribu batang benih kakao yang akan disalurkan kepada petani.

Kegiatan yang dipimpin Plt Kepala Seksi Pengawasan Mutu Benih Karsono tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kepala Dinas Perkebunan Sulbar Muh. Faizal Thamrin guna menjamin seluruh benih yang diproduksi memenuhi standar mutu. Langkah ini juga sejalan dengan komitmen Gubernur Sulbar Suhardi Duka dalam memperkuat sektor perkebunan sebagai penggerak ekonomi daerah.

Tim lebih dulu melakukan verifikasi di pembibitan milik CV Agro Tani Sulawesi yang sedang mengajukan rekomendasi izin usaha sebagai produsen benih tanaman perkebunan. Pemeriksaan mencakup kelengkapan administrasi, kondisi lahan, sarana-prasarana, hingga sistem produksi benih.

Selanjutnya, pengawasan dilakukan di lokasi penangkar benih kakao milik CV Mario Mandiri Perkasa. Dari hasil pengecekan, perusahaan tersebut telah menyiapkan sekitar 600.000 batang benih kakao yang dijadwalkan siap disalurkan pada Agustus hingga September 2026.

Benih yang disiapkan terdiri dari dua varietas unggul, yakni MCC 02 dan Sulawesi 02, yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pengembangan perkebunan kakao di berbagai wilayah di Sulbar.

Penanggung jawab CV Mario Mandiri Perkasa, Baso, menjelaskan proses pembibitan dilakukan secara bertahap mulai dari pembersihan lahan, penyemaian, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit, hingga pemupukan menggunakan pupuk NPK Mutiara. Bibit yang mengalami gejala daun menguning juga ditangani sesuai kebutuhan agar pertumbuhannya tetap optimal.

Menurut Baso, proses pembibitan hingga benih siap tanam membutuhkan waktu sekitar delapan bulan. Kegiatan tersebut turut menyerap sekitar 100 tenaga kerja lokal untuk pengisian polybag serta 30 tenaga kerja asal Palopo yang memiliki keahlian dalam proses penyambungan (grafting) entris kakao.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan dalam proses pembibitan, terutama kematian bibit akibat penggunaan entris yang masih terlalu muda sehingga rentan terserang penyakit dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi penangkar.

Kepala Dinas Perkebunan Sulbar, Muh. Faizal Thamrin, menegaskan pengawasan akan terus dilakukan agar benih yang beredar benar-benar memenuhi standar kualitas.

“Benih yang berkualitas merupakan fondasi utama dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing komoditas perkebunan, khususnya kakao. Oleh karena itu, pengawasan akan terus dilakukan secara berkelanjutan agar benih yang disalurkan kepada petani benar-benar bermutu, bersertifikat, dan memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan pekebun,” ujar Faizal.

Melalui pengawasan tersebut, Dinas Perkebunan Sulbar berharap sistem perbenihan di daerah semakin tertib dan profesional, sehingga 600 ribu batang benih kakao yang segera disalurkan dapat mendukung peningkatan produktivitas kebun serta kesejahteraan para pekebun di Sulbar. (*).

No More Posts Available.

No more pages to load.