274 Kasus TBC Ditemukan di Sulbar Awal Tahun, Polman dan Mamuju Tertinggi

oleh

Mamuju, Mesakada.com — Penanganan Tuberkulosis (TBC) menjadi salah satu prioritas utama Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Pemerintah Pusat. Berdasarkan capaian penemuan kasus TBC Januari 2026, Sulbar mencatat total 274 kasus. 

Capaian ini menjadi gambaran awal kinerja deteksi dan penanganan TBC di enam kabupaten se-Sulbar pada awal tahun 2026. Secara kabupaten, capaian penemuan kasus TBC Januari 2026 menunjukkan bahwa Polewali Mandar (Polman) menjadi daerah dengan jumlah temuan tertinggi yaitu 109 kasus.

Disusul Mamuju sebanyak 68 kasus, dan Majene sebanyak 59 kasus. Selanjutnya Mamuju Tengah (Mateng) 15 kasus, Pasangkayu 18 kasus, dan Mamasa sebanyak 5 kasus.

Dari sisi capaian target penemuan kasus Januari 2026 sebesar 7,5 persen. Hanya Majene 9,4 persen dan Mamuju 8,6 persen, yang berhasil melampaui target.

Polewali Mandar berada di angka 6,1 persen, Sulbar secara keseluruhan di 6,0 persen, Mamuju Tengah 4,4 persen, Pasangkayu 3,8 persen, dan Mamasa masih sangat rendah yaitu 0,9 persen.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Sulbar, Nursyamsi Rahim menegaskan bahwa capaian ini menjadi dasar penting dalam penguatan strategi penanggulangan TBC di tahun 2026.

“TBC merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat Pemerintah Pusat. Ini adalah bagian dari upaya kita membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter sebagaimana visi Sulbar Maju dan Sejahtera,” ujar Nursyamsi Rahim.

Ia menambahkan bahwa DKPPKB Sulbar akan memfokuskan penguatan skrining berbasis Active Case Finding (ACF), optimalisasi pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM), serta pendampingan intensif pada kabupaten dengan capaian rendah, khususnya Mamasa, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu.

“Dengan deteksi dini yang kuat dan pengobatan yang tepat, kita tidak hanya menyelamatkan pasien, tetapi juga memutus rantai penularan di masyarakat. Inilah kunci untuk memastikan generasi Sulbar tumbuh sehat, produktif, dan berdaya saing,” pungkasnya.

DKPPKB Sulbar terus mengajak seluruh pemerintah kabupaten, fasilitas pelayanan kesehatan, serta masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung upaya eliminasi TBC di Sulawesi Barat sepanjang tahun 2026. (rls)

No More Posts Available.

No more pages to load.