Mamasa, Mesakada.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Mamasa, terus terjadi. Sepanjang Januari hingga 11 Oktober 2026, tercatat 67 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 200,455 hektare.
Data tersebut disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Mamasa, Alfredi, dalam rapat siaga yang dipimpin Bupati Mamasa Welem Sambolangi di Posko Induk Tim Reaksi Cepat Lintas Sektoral, Minggu (11/10/2026).
Kecamatan Mamasa menjadi wilayah dengan kejadian karhutla terbanyak, yakni 28 kejadian dengan luas lahan terbakar sekitar 60,025 hektare. Berikutnya Kecamatan Balla dengan 15 kejadian seluas 46,005 hektare, serta Sumarorong dengan sembilan kejadian yang menghanguskan sekitar 28,005 hektare.
Kebakaran terbaru tercatat pada Minggu (11/10/2026) di Dusun Rante, Desa Tawalian Timur, Kecamatan Tawalian. Peristiwa tersebut mengakibatkan sekitar lima hektare lahan terbakar.
Alfredi mengatakan seluruh kejadian yang tercatat telah ditangani tim gabungan yang melibatkan BPBD, TNI-Polri, dan masyarakat. Namun, upaya pemadaman masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
Lokasi kebakaran yang berada di kawasan perbukitan menyulitkan mobil pemadam kebakaran menjangkau titik api. Selain itu, keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) dan minimnya persediaan selang pemadam turut menjadi hambatan dalam penanganan karhutla.
BPBD Mamasa mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan. Warga juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api agar kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas.
Besarnya luas lahan yang terbakar menjadi perhatian dalam upaya pencegahan karhutla di Mamasa. Dukungan sarana pemadaman dan partisipasi masyarakat diperlukan untuk menekan risiko kebakaran serta dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan. (*)






