Mamuju, Mesakada.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) mencatat keberhasilan pelaksanaan program Inseminasi Buatan (IB) pada ternak sapi. Hingga tahun 2025, angka kelahiran sapi di Sulbar mencapai 1.928 ekor, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 1.687 ekor.
Capaian tersebut disampaikan Kepala Dinas TPHP Sulbar, Hamdani Hamdi, Kamis, 8 Januari 2026. Ia menyebut program IB menjadi instrumen penting dalam mendorong peningkatan populasi sapi unggul sekaligus memperbaiki mutu genetik ternak di Sulbar.
“Program IB ini merupakan implementasi nyata dalam mendukung visi dan misi Gubernur Sulbar Suhardi Duka bersama Wakil Gubernur Salim S. Mengga di sektor peternakan. Selain itu, program ini juga sejalan dengan upaya mendukung swasembada pangan yang menjadi komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Hamdani.
Menurutnya, keberhasilan program IB tidak hanya berdampak pada peningkatan populasi ternak, tetapi juga berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan daging lokal serta peningkatan kesejahteraan peternak.
Sebagai bentuk kesiapan dan keberlanjutan program, Dinas TPHP Sulbar saat ini memiliki stok semen beku sebanyak 23.706 dosis. Stok tersebut berasal dari berbagai jenis ternak unggul, seperti sapi Angus, Limosin, Madura, Simental, Bali, Brahman, Ongole, dan Wagyu. Selain itu, tersedia pula semen beku untuk kerbau biasa dan kerbau belang, serta kambing jenis Saanen, Boer, dan Peranakan Etawa.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Dinas TPHP Sulbar, Nur Kadar, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mengawal pelaksanaan program IB agar berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Kami siap memastikan program IB berjalan dengan baik dan terukur, mulai dari pendampingan peternak, kesiapan petugas lapangan, hingga pemenuhan sarana dan prasarana pendukung,” kata Nur Kadar.
Ke depan, Dinas TPHP Sulbar berharap peningkatan angka kelahiran ternak dapat terus digenjot melalui penguatan program IB, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta dukungan sarana dan prasarana peternakan. Dengan langkah tersebut, Pemprov Sulbar optimistis populasi dan produktivitas ternak akan terus meningkat sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan peternak di Sulawesi Barat. (rls)







